Berita Arema Hari Ini

Bagaimana Nasib Arema FC Seusai Ditinggal Juragan 99? Begini Kata Manajemen dan Bung Kusnaeni

Bagaimana Nasib Arema FC Seusai Ditinggal Juragan 99? Begini Kata Manajemen dan Bung Kusnaeni

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Arema FC
Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto. 

SURYAMALANG.COM - Gilang Widya Pramana resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden Arema FC selepas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Lantas bagaimana nasib pemain Arema FC pasca ditinggal pria berjuluk Juragan 99 itu?

Manajemen Arema FC menegaskan tidak ada masalah terkait masa depan pemain setelah ditinggal Gilang Widya Pramana.

Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto mengatakan, saat ini yang harus dilakukan oleh pemain ialah memulihkan mental kembali ke lapangan dengan mengikuti program latihan yang diberikan tim pelatih.

"Yang harus dilakukan pemain saat ini adalah fokus pada pemulihan mental."

"Karena kami tahu itu tidak mudah dan harus dilakukan bertahap melalui program latihan yang sudah disusun oleh tim pelatih," kata Tatang Dwi Arifianto, Selasa (1/11/2022).

Tatang Dwi Arifianto juga menegaskan, tidak ada masalah berkaitan hak pemain yang kini terikat kontrak di Arema FC.

"Terkait hal-hal yang berkaitan dengan hak pemain itu sudah menjadi tanggung jawab manajemen," jelasnya.

Tatang menambahkan nantinya akan dibentuk semacam task force yang beranggotakan kalangan profesional yang memberi rekomendasi revitalisasi struktur di Arema FC, juga dalam pengelolaan klubnya agar lebih profesional.

Gilang Widya Pramana
Gilang Widya Pramana (Instagram/arema)

Sementara itu, menurut pengamat sepak bola, Bung Kusnaeni, mundurnya Gilang Widya Pramana menjadi sebuah warning bagi pengelola sepak bola di Tanah Air.

"Ini tentu jadi kabar yang mengecewakan bagi banyak kalangan, terutama pendukung Arema FC karena selama dipegang Juragan 99, Arema punya banyak kemajuan dari segi prestasi, dari segi pengelolaan klub, kesejahteraan pemain juga perhatian terhadap pemain dan pelatih yang sangat baik," kata Bung Kusnaeni, Selasa (1/11/2022).

Ia menyebut kepergian Juragan 99 ini tentu akan membawa pengaruh terhadap apa yang sudah didapatkan pemain dan pelatih selama ini, karena tentu manajemen baru punya gaya yang berbeda dengan Juragan 99.

"Disisi lain, mundurnya Juragan 99 ini jadi pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia."

"Kita seharusnya bisa melibatkan lebih banyak orang seperti Juragan 99 dengan tidak hanya yang sebentar namun dengan jangka waktu lama menangani klub karena itu memberikan dampak yang signifikan," ujarnya.

Dia menambahkan, ini membuat kepercayaan kalangan bisnis terhadap industri sepak bola di Indonesia bakal jadi sedikit berkurang.

"Itu jadi warning bagi pengelola dunia sepak bola Indonesia."

"Baik itu PSSI juga operator kompetisi bagaimana membangun iklim industri sepak bola yang lebih kondusif sehingga akan lebih bnyak orang seperti Juragan 99 yang nanti mau melibatkan diri dalam jangka waktu yg lama," jelasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved