Berita Arema Hari Ini

Pesan Damai di Balik Kaus Sasaji Wani dan Seduluran Saklawase

Merchandise suporter Aremania dan Bonek laris manis di toko merchandise milik Edi Tanto yang berada di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Pemilik toko Raddhin Collection, Edi Tanto menunjukkan kaus Aremania dan Bonek. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Merchandise Aremania dan Bonek laris manis di toko merchandise milik Edi Tanto yang berada di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Toko yang terletak di samping pintu 6 Stadion Kanjuruhan itu menjual berbagai macam merchandise suporter, mulai dari syal, baju, bola, boneka, sampai aksesoris.

Ada juga marchandise bertulis Sasaji Wani merupakan gabungan dari slogan Aremania dan Bonek.

Hanya toko Raddhin Collection milik Edi yang menjual pernak-pernik Aremania dan Bonek di sekitar Stadion Kanjuruhan.

"Saya memproduksi merchandise Arema dan Persebaya setelah saya melihat Mata Najwa yang membahas Tragedi Kanjuruhan," ucap Edi kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (5/11/2022).

Edi memproduksi baju bertulis Sasaji Wani untuk menyuarakan perdamaian antara Aremania dan Bonek.

Menurutnya, rivalitas dalam sepak bola hanya cukup 90 menit di atas lapangan.

Edi berharap Aremania dan Bonek bisa berbaur bersama selepas pertandingan.

"Banyak Aremania yang kecewa setelah melihat Mata Najwa. Kemudian saya berpikir untuk memproduksi kaus Aremania dan Bonek. Alhamdulillah, ternyata malah laris," ungkapnya.

Edi membuat tiga desain kaus.

Setiap kaus bertulis Sasaji Wani dengan gambar Singa yang menjadi maskot Arema, dan Buaya sebagai maskot Persebaya.

Juga ada kaus bertulis Seduluran Saklawase dan Kita Bersaudara dengan menampilkan logo Arema FC dan Persebaya.

"Saya produksi sendiri kausnya. Kalau syal, ada yang mengirimi saya. Setiap syal seharga Rp 60 ribu. Kalau kaus seharga Rp 85 ribu," ucap pria yang berjualan merchandise Arema sejak 2010 itu.

Edi mengatakan respons suporter untuk membeli syal dan kaus Sasaji Wani ini cukup tinggi.

Mayoritas pembeli adalah suporter yang berkunjung ke Stadion Kanjuruhan untuk ziarah.

"Mayoritas pembeli adalah warga Malang. Tapi ada beberapa warga Surabaya," terangnya.

Edi menilai tingginya permintaan dari konsumen ini merupakan bukti bahwa kedua suporter ingin perdamaian.

"Kalah menang sudah biasa. Intinya hanya damai. Kalau bisa, Aremania dan Bonek bisa berdampingan di stadion. Setelah laga selesai, mari pulang dengan damai," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved