TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Arema FC Siap Patuhi Format Lanjutan Liga 1 2022 dan Rela Terima Hukuman Terkait Tragedi Kanjuruhan

Format lanjutan Liga 1 2022 pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan dibahas dalam Owner Meeting yang digelar PT LIB bersama perwakilan 18 klub, Jumat (4/11/2

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Arema FC
Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto. 

SURYAMALANG.COM - Format lanjutan Liga 1 2022 pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan dibahas dalam Owner Meeting yang digelar PT LIB bersama perwakilan 18 klub, Jumat (4/11/2022).

Dalam forum itu, belum menemukan titik temu tentang format yang akan diterapkan untuk Liga 1 2022, apakah tetap memakai sistem home dan away atau gelembung.

Terkait kepastian format kompetisi, pihak operator masih menunggu izin yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Namun manajemen Arema FC mengaku siap dan setuju dengan apapun format yang akan diterapkan nanti.

"Terkait format dan sistemnya seperti apa kami siap mengikuti," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/11/2022).

Tatang Dwi Arifianto menggaris-bawahi apapun format kelanjutan kompetisi nantinya, Arema FC berusaha tetap akan konsekuen dalam menjalani hukuman yang sudah dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI akibat Tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.

Seperti diketahui, berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI nomor 061/L1/SK/KD-PSSI/X/2022, Arema FC mendapat hukuman, yakni bermain tanpa penonton dan ‘diusir’ dari Malang sejauh 250 kilometer hingga akhir musim.

"Intinya apapun format kompetisinya, perlu digaris-bawahi bahwa Arema FC konsekuen untuk menjalani hukuman yang sudah dijatuhkan oleh PSSI," ujarnya.

Di sisi lain, Tatang Dwi Arifianto juga respect terhadap penolakan dari Aremania jika seluruh pertandingan dilakukan tanpa penonton dan system bubble.

Menurut Tatang cukup Arema FC saja yang harus menjalani hukuman itu, dan tidak semua klub menjalankan sistem itu.

"Kami respect saat mendengar ada Aremania yang menolak seluruh pertandingan digelar tanpa penonton dan juga menolak system bubble, cukup Arema FC saja yang menjalani hukuman ini," jelasnya.

Sebelumnya disebutkan, dari hasil pertemuan itu, muncul tiga opsi tanggal kelanjutan kompetisi Liga 1 2022, yaitu 18 November 2022, 25 November 2022, dan 2 Desember 2022.

Terkait hal itu, direksi Arema FC mengatakan klub Singo Edan menerima keputusan opsi tiga tanggal kompetisi kembali digelar.

Termasuk untuk menindak-lanjuti hal itu, internal Arema FC akan segera menggelar rapat internal.

"Pada prinsipnya kami menerima keputusan dari hasil owner meeting yang dilangsungkan kemarin 4 November 2022, terkait munculnya opsi tanggal tentu saja kami akan menggelar rapat internal. Karena banyak yang akan kami siapkan," kata Tatang Dwi Arifianto kepada SURYAMALANG.COM.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2022 dihentikan sementara karena Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, Sabtu (1/10/2022) lalu, setelah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved