Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Daftar Pelatih Liga 1 yang Tolak Sistem Bubble dan Tanpa Penonton

Sejumlah pelatih menolak lanjutan Liga 1 2022 menggunakan sistem bubble dan tanpa penonton.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto/Habiburohman
Aremania (kanan) dan Bonek (kiri). 

SURYAMALANG.COM - Sejumlah pelatih menolak lanjutan Liga 1 2022 menggunakan sistem bubble dan tanpa penonton.

Wacana penggunakan sistem bubble dan tanpa penonton ini muncul dalam owners meeting di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).

Owners meeting yang dihadiri PT LIB, perwakilan klub, dan PSSI itu membahas rencana lanjutan Liga 1 2022-2023.

Daftar pelatih Liga 1 yang menolak sistem bubble dan tanpa penonton

Bali United

Bali United berharap lanjutan Liga 1 2022 bergulir seperti biasa.

"Semua tim berpeluang rugi secara finansial waktu main kembali dengan sistem bubble. Mereka harus bayar hotel, makanan, sewa lapangan, dan sewa bus," kata Stefano Cugurra, pelatih Bali United.

"Tim juga akan main jauh dari dukungan suporter," terangnya.

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya menilai perubahan format kompetisi akan berdampak pada finansial klub.

Perubahan sistem itu akan berdampak pada hilangnya pemasukan dari tiket laga kandang.

"Kalau bubble kurang pas. Seharusnya tetap berjalan seperti biasa. Jadi, tetap harus ada penonton," kata Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya.

"Bagaimanapun juga, adanya penonton kan bisa membantu keuangan klub," imbuhnya.

Mantan pelatih Arema ini mengakui Tragedi Kanjuruhan memang harus jadi pembelajaran.

Namun bukan berarti sepak bola digelar tanpa penonton lagi.

Tidak ada kondisi yang memaksa kompetisi harus digelar tanpa penonton.

Berbeda ketika pandemi yang saat itu lebih krusial karena menyangkut masalah kesehatan.

"Tidak perlu ada lagi sistem bubble. Kan sudah berjalan baik kok saat ada penonton."

"Memang sempat ada masalah, tetapi kita harus belajar dari sana," sambungnya.

PSM Makassar

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares selalu terpukau dengan dukungan suporter di stadion, baik di kandang atau tandang.

"Kalian lihat sendiri apa yang terjadi di kandang kami. Ada antusiasme, dukungan, sorak sorai dari penonton yang jadi energi tambahan kepada pemain saya ketika bermain," kata Bernardo Tavares.

Ketika menggunakan bubble, Bernardo Tavares khawatir atmosfer di stadion akan hilang.

Bernardo Tavares menilai sepak bola tanpa suporter bukan sepak bola seutuhnya.

"Jika ini satu-satunya syarat supaya liga dimulai, kami terpaksa harus menyetujuinya. Tapi, sepak bola tanpa kehadidan suporter berarti tidak bagus," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai-ramai Pelatih Liga 1 Tolak Sistem Bubble dan Tanpa Penonton", Klik untuk baca: https://bola.kompas.com/read/2022/11/07/06300048/ramai-ramai-pelatih-liga-1-tolak-sistem-bubble-dan-tanpa-penonton?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved