TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Iwan Bule Sampaikan Pesan untuk Pecinta Sepak Bola Nasional

Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule ikut berkomentar dalam peringatan 40 hari Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Editor: Eko Darmoko
BOLASPORT.COM/MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memberikan sambutan di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat, 16 Januari 2022. 

SURYAMALANG.COM - Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule ikut berkomentar dalam peringatan 40 hari Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Iwan Bule mengajak semua pihak untuk meningkatkan rasa solidaritas dalam peringatan 40 hari tragedi yang menewaskan 135 orang pasca Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022.

Dalam kesempatan ini, Iwan Bule kembali menyampaikan belangsukawa kepada seluruh korban Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Ia juga berharap insiden memilukan yang merenggut 135 nyawa ini menjadi yang terakhir dalam dunia sepak bola Indonesia.

"Kepada seluruh keluarga besar Arema dan Aremania saya berharap saat ini dapat berada di Malang untuk berkumpul dan hadir di tengah tengah kalian untuk berdoa bersama, namun hari ini saya harus menghadiri panggilan DPR yang tidak dapat saya tinggalkan," kata Mochamad Iriawan dikutip SURYAMALANG.COM dari laman resmi PSSI, Rabu (9/11/2022).

Baca juga: Peringati 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Aremania Turun ke Jalan dan Hitamkan Kota Malang

Baca juga: Update Tragedi Arema: Doa dan Tahlil Kenang 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Aremania Tuntut Keadilan

"Atas nama pribadi dan segenap pengurus PSSI, saya menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban baik yang meninggal maupun yang mengalami luka-luka dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu," ujarnya.

Mochamad Iriawan menuturkan, dirinya sangat memahami peristiwa itu telah meninggalkan luka dan duka yang sangat mendalam bukan saja pada keluarga korban.

Begitu pula dengan para pengurus PSSI dan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai sepak bola.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk berbenah agar jangan sampai sepak bola dinodai dengan kekerasan yang bisa menyebabkan orang kehilangan nyawa.

Mochamad Iriawan juga berharap momentum terjadinya Tragedi Stadion Kanjuruhan bisa digunakan untuk kembali merekatkan solidaritas seluruh stakeholder.

"Peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan ini akan menjadi momentum untuk merekatkan kembali solidaritas semua pelaku sepak bola sekaligus melakukan transformasi untuk mengembalikan marwah olahraga yang menghibur dan aman," ujar Iwan Bule.

"Sepak bola adalah olahraga yang dibalut seni dan keindahan yang tidak boleh dinodai oleh kekerasan. Apalagi menyebabkan hilangnya nyawa, hilangnya kehidupan," ujarnya.

PSSI telah melakukan sejumlah langkah-langkah sebagai wujud rasa duka dan simpati seperti mengunjungi keluarga korban untuk memberikan santunan.

Adapun langkah untuk mencegah terjadinya Kanjuruhan, Federasi juga membentuk gugus tugas (task force) yang diminta badan sepak bola dunia (FIFA) bersama AFC serta pemerintah untuk merumuskan perbaikan penyelengaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Update Google News SURYAMALANG.COM

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved