Berita Surabaya Hari Ini

Cerita Bambu Runcing dan Ketapel Hadapi Tentara Sekutu di Surabaya Tahun 1945

"Bambu runcing dibuat dari bambu yang sedikit keunguan. Jadi ketika ada musuh, para pejuang menusukkan bambu runcing ke tubuh lawan," katanya.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Yuli A
febrianto ramadani
Para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Timur saat menceritakan kisah perjuangannya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, dalam Peringatan Hari Pahlawan yang digelar oleh KidZania Surabaya, Kamis (10/11/2022). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Timur begitu semangat menceritakan kisah perjuangannya saat mempertahankan kemerdekaan di KidZania Surabaya, Kamis (10/11/2022).

Mereka silih berganti mendeskripsikan suasana perang, ketika melawan ganasnya tentara sekutu yang mencoba menjajah kembali Tanah Air. Tak ketinggalan juga diceritakan senjata tradisional Bambu Runcing, yang begitu mematikan saat dipakai menghadapi musuh.

Salah satu veteran, Sriniwoso Rusdi, mengatakan, Bambu Runcing menjadi semangat para pahlawan dan tak gentar mengusir tentara sekutu yang bersenjatakan senapan laras panjang.

"Bambu runcing dibuat dari bambu yang warnanya sedikit keunguan. Jadi ketika ada musuh, para pejuang lantas menusukkan bambu runcing ke tubuh lawan. Bukan hanya ditusuk tapi juga ditancapkan," ungkapnya.

Selain memakai bambu runcing, beberapa di antaranya juga menggunakan ketapel yang terbuat dari tanah liat ditambah paku sebagai pelurunya. Tak heran saat diluncurkan, kecepatannya setara dengan senjata api.

"Takut mati itu pasti. Namun,  kekhawatiran itu perlahan lahan hilang, karena hidup dan mati ada di tangan tuhan," ucap pria yang pernah menjadi anggota KKO (sekarang Marinir) tersebut.

Di tempat yang sama, Veteran Angkatan Laut yang ikut andil mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi, Sunarto, menilai, pada waktu itu memang pasukan begitu kekurangan dalam senjata modern.

"Sehingga, kami memakai bahan seadanya namun memiliki semangat yang lebih berani dan terus berjuang mempertahankan kemerdekaan," tegasnya.

Sunarto berpesan kepada generasi muda masa kini, supaya tetap mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif. Seperti mendukung dan ikut serta meningkatkan perkembangan segala bidang. Baik dari segi ekonomi, maupun pariwisata.

"Lihat generasi sekarang prihatin banyak terjun di sisi negatif. Maka dari itu, anak anak tetap rajin belajar, supaya semangat menjadi generasi masa depan," pungkasnya.

Memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November, KidZania Surabaya bersama LVRI berbagi cerita perjuangan agar bisa dimaknai oleh generasi terkini. 

Melalui kegiatan tersebut, KidZania Surabaya ingin menyambungkan jarak generasi yang ada, dalam satu ikatan makna saling menghormati perjuangan masing-masing di jamannya. 

Marcomm Manager KidZania Surabaya, Adhitya Andrea, mengatakan, anak anak harus dikenalkan konsep pahlawan yang sebenarnya agar tidak tergerus informasi, ditengah zaman yang begitu cepat dan tidak terhentikan.

"Apa yang kita nikmati sekarang, diperoleh dengan cara yang tidak mudah oleh para pejuang di era kemerdekaan. Oleh karena itu, perlu edukasi bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang paling kuat," ujarnya.

Menurutnya, perjuangan para pahlawan yang penuh jerih payah penting untuk dikenalkan pada keluarga, demi menumbuhkan jiwa patriotisme dan semangat bermanfaat bagi sesama. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved