Berita Gresik Hari Ini

Bupati Gresik Bayar Lahan Rp 205,8 Juta untuk Atasi Banjir Kali Lamong

BANJIR KALI LAMONG - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan biaya ganti rugi kepada Nur Ali Widodo di balai Desa Lundo, Kecamatan Benjeng.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
willy abraham
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (peci hitam) menyerahkan ganti rugi Rp 205.802.301 kepada salah satu pemilik lahan, Nur Ali Widodo, yang tanahnya untuk mengatasi banjir Kali Lamong. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Pembebasan lahan untuk pengendalian banjir Kali Lamong terus dilakukan. Kali ini lima bidang tanah di Desa Lundo Kecamatan Benjeng, Gresik, dilakukan pembayaran ganti rugi. 

Lokasi tanah yang dibebaskan merupakan titik atau spot rawan jebol karena derasnya arus Kali Lamong yang terus dinormalisasi. Pihak BBWS Bengawan Solo agar bisa memperkuat tanggul yang rawan jebol di aliran Sungai Kali Lamong di wilayah Desa Lundo. 


Pembebasan lahan dari sumber dana APBD Gresik di empat desa, yaitu di Desa Jono Kecamatan Cerme, Desa Lundo Kecamatan Benjeng dan Desa Wotansari, Desa Sekarputih Kecamatan Balongpanggang. Dengan total luasan 4,9 hektar dan sudah diverifikasi, identifikasi BPN Gresik ada 59 bidang. Di Desa Lundo ada lima bidang. 


Pembebasan lahan ini disaksikan langsung Kepala BPN Gresik Asep Heri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Achmad Hadi dan Muspika Benjeng.


Pemberian ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong di balai Desa Lundo. Ada lima warga yang menerima ganti rugi. 


Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, terkait ganti rugi pembebasan tanah untuk pengendalian banjir kali Lamong dilakukan konsisten. 


"Konsistensi ini berkelanjutan tanah dipinggir kali lamong untuk perbaikan,  normalisasi. Tugas Pemkab penyediaan tanah selanjutnya pembangunan parapet atau tanggul bronjong dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo," kata pria yang akrab disapa Gus Yani. 


Salah pemilik lahan menerima pembayaran ganti rugi adalah Nur Ali Widodo, pria yang mengenakan peci mendapat biaya ganti rugi sebesar Rp 205.802.301. Dia mengaku sangat senang dengan pembebasan lahan untuk penanggulangan banjir Kali Lamong


"Ganti rugi sangat layak, senang sebagai waega Gresik bangga ada pengendalian banjir Kali Lamong dengan pembebasan lahan. Biaya ganti rugi rencananya untuk perbaikan rumah," ucapnya. 


Kepala Desa Lundo, Nanang Sucipto mengatakan bahwa proses biaya ganti rugi pada tahap 1 ada lima orang. 


"Alhamdulilah berjalan lancar, aman tidak ada warga desa protes dan menerima dengan lapang dada," kata Nanang. (wil)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved