Berita Surabaya Hari Ini

Celurit dan Samurai untuk Cari Uang Haram, Biaya Istri Hamil jadi Alasan

Targetkan Orang Pacaran di Tempat Sepi, Komplotan Begal Bersenjata Celurit dan Samurai Ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Wiyung, Pelaku Ngaku Terdesak

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
luhur pambudi
Saat Roqi Andriansyah diinterogasi Kapolsek Wiyung Polrestabes Surabaya Kompol Parmiatun 

"Dia ancam; uang atau barang. Karena korban gak punya uang, korban kasih hp. Korban ada motor, tapi dia enggak mau," ujar Kompol Parmiatun. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Roqi Andriansyah (20) dan AR (14), anggota komplotan begal bersenjata celurit dan samurai berhasil ditangkap anggota Tim Antibandit Polsek Wiyung Polrestabes Surabaya

Komplotan tersebut kerap menargetkan pasangan muda mudi yang sedang kencan di pinggir waduk kawasan Karang Pilang, Surabaya

Pengakuan keduanya kepada penyidik, senjata mereka hanya digunakan menakuti korbannya. 

Dasar penjahat amatiran. Pada Selasa (1/11/2022) malam itu, mereka merampas ponsel merek Redmi 10S milik korbannya, dan belum sempat menguangkan hasil kejahatan tersebut. 

Kedua pelaku berboncengan motor Honda Beat sarana aksi mereka. Sekonyong-konyong berpapasan dengan pihak korban saat melintas di Jalan Klumprik PDAM, Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya

Tak pelak, korban meneriaki kedua komplotan yang baru saja merampas benda berharga miliknya. Dan akhirnya pelarian komplotan begal amatiran itu, tumpas sudah. 

Tersangka Roqi Andriansyah mengaku nekat menjalankan aksinya itu karena terhimpit biaya hidup sehari-hari. Ditambah kondisi istrinya yang sedang hamil dengan usia kandungan lima bulan. 

Penghasilannya sebagai karyawan bongkar pasang alat pesta dan panggung, yang tak menentu, diakuinya tak cukup memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang istri. 

"Sehari-hari kerja pasang terop. Gak mesti, kadang 3 hari dapat Rp200 ribu, kadang nunggu sampai 5 hari. Saya asli Banyuwangi. Saya baru 2 minggu di Surabaya," katanya, Jumat (11/11/2022). 

Akhirnya, pria kelahiran Banyuwangi itu, nekat mencari jalan pintas untuk memperoleh uang cepat, dengan membegal. 

Saat beraksi, ia mengajak seorang temannya sesama karyawan bongkar pasang alat pesta, berinisial AR. Dan ide dari temannya itulah, keduanya sepakat membawa senjata tajam saat beraksi. 

Namun, senjata tersebut tidak akan digunakan melukai para korban. Roqi mengaku, hanya untuk menakuti pihak korban yang menjadi sasarannya.

"Sajam cuma buat nakutin doang. Awalnya yang ngajak saya (jambret). Tapi dia yang nawari pakai senjata. Hati-hati ada jambret di sini. Dibegal jalan. Sepi eh, saya kepikiran (aksi jahat)," pungkasnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved