Berita Madiun Hari Ini

Kaum Buruh Madiun Raya Tuntut UMK 2023 Jadi Rp 3,5 Juta, Saat Ini Cuma Rp 1,9 Juta

KAUM BURUH MADIUN: Kebutuhan hidup layak mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, jadi gaji minimal Rp 3,5 juta tersebut sangat masuk ak

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Yuli A
Kolase - Tribun Bali/Rizal Fanani
ILUSTRASI - Kaum buruh Madiun menuntut UMK 2023 setidaknya Rp 3,5 juta. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Kaum buruh Madiun Raya menuntut upah minimum kabupaten/kota yang layak pada tahun 2023 menjadi Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta.

Menurut Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), Aris Budiono, UMK Madiun tahun 2023 selayaknya naik 100 persen dibandingkan 2022.

"Sekarang Rp 1,9 juta apakah itu layak? Maka tahun 2023 harusnya naik 100 persen menjadi Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta," kata Aris, Minggu (13/11/2022).

Menurut Aris, upah Rp 1,9 juta tidak memenuhi standar hidup layak di Madiun Raya. Apalagi pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Hal tersebut dinilai Aris sangat berdampak pada buruh yang merupakan masyarakat ekonomi menengah kebawah.

"Saya punya hitungan KHL (kebutuhan hidup layak) mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, jadi gaji minimal Rp 3,5 juta tersebut sangat masuk akal," lanjutnya.

Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), Aris Budiono, UMK Madiun tahun 2023 selayaknya naik 100 persen dibandingkan 2022.
Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), Aris Budiono, UMK Madiun tahun 2023 selayaknya naik 100 persen dibandingkan 2022. (ilustrasi)

Tingginya permintaan gaji yang diajukan Aris juga dampak dari sikap semena-mena perusahaan setelah adanya UU Cipta Kerja.


"UU cipta kerja itu melemahkan buruh, kalau dulu upah di bawah UMK langsung pidana sanksinya, tapi sekarang sesuai kesepakatan (buruh dan perusahaan). Pemangku kepentingan ingin rakyat sejahtera atau tidak," tegas Aris.


Ia juga yakin, perusahaan akan mampu membayar besaran upah yang ia sebutkan. Aris juga akan mengajukan angka tersebut kepada dewan upah saat pembahasan UMK.

"Kalau nurutin perusahaan ngomongnya pasti rugi, tapi buktinya buka cabang di mana-mana," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved