Berita Malang Hari Ini

SMA Katolik St Albertus Hadirkan Aziz Hayat dari Brunei, Wali Kota Malang Jalan-jalan ke Dempo Fair

Dempo Fair ke 48 yang diadakan OSIS SMAK St Albertus Kota Malang menghadirkan penyanyi asal Brunei Darussalam bernama Jaz atau Aziz Hayat.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Wali Kota Malang Sutiaji mendapatkan penjelasan dari siswa tentang menu yang disediakan di kelas itu yang disulap jadi kafe dalam Dempo Fair ke 48 yang diadakan OSIS SMAK St Albertus Kota Malang, Sabtu (12/11/2022). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kegiatan Dempo Fair ke-44 diadakan OSIS SMA Katolik St Albertus (SMA Dempo) Kota Malang, Sabtu (12/11/2022).

Acara ini berisi pentas seni, kewirausahan dll. Kelas-kelas ada yang disulap menjadi kafe karena menjual makanan dan minuman yang sudah dalam kemasan. Sedang tempat makan memakai meja dan kursi di kelas. 

Sedang di sekitar lapangan diisi stand-stand penjual luar. Wali Kota Sutiaji hadir meresmikan kegiatan itu dan melihat stand siswa di kelas.

"Jual apa, Le?" tanya Sutiaji pada salah satu siswa di sebuah kelas. Ia kemudian membeli Arumanis atau dikenal dengan nama rambut nenek. Arumanis itu dikemas dalam gelas plastik. 

Sebagai pamungkas tampil penyanyi asal Brunei Darussalam bernama Jaz atau Aziz Hayat yang dikenal dengan lagunya Dari Mata (2016).

Menurut Jose Putra Perdana Taneo, Ketua OSIS, Dempo Fair untuk mengakhiri kepengurusan OSIS SMA Dempo. Dempo Fair sempat vakum selama pandemi.

"Untuk teman-teman yang punya bakat seni ditampilkan di acara ini. Untuk stand makanan dari internal tidak menjual makanan berat. Sebab banyak stand luar sudah menjual makanan berat," kata dia.

Soal harga juga diberi batasan agar bisa terjangkau siswa. Ia berharap setelah pandemi ini bisa membangkitkan semangat teman-temannya dan masyarakat sekitar.

Sedang Antonius Sumardi, Kepala SMAK St Albertus, menyatakan, pelajaran berharga yang diperoleh siswa lewat acara ini adalah mengorganisir kegiatan. Bahkan untuk pentas itu mengantongi izin tertulis dari Mabes Polri. Apalagi penyanyi yang ditampilkan dari luar negeri.

"Panitia juga harus menyiapkan plan A, B,C. Apalagi ini pasca tragedi Stadion Kanjuruhan," kata kasek.

Sebab persiapan sudah dilakukan sejak Agustus 2022 lalu disaat kondusif. Ia bersyukur bisa terlaksana. Untuk penonton juga dibatasi 3000 dari kapasitas 4000 orang.

"Mungkin pelajaran di kelas bisa lupa. Tapi anak-anak pasti akan selalu ingat akan pelajaran seperti ini," jelas Sumardi. Sebab event itu sebagai laboratorium kepemimpinan bagaimana mengorganisir. 

Yang ia tekankan pada para siswa adalah semangat Dempo yang ada lima. Yaitu D=doa melibatkan Tuhan. E= egaliter, bersaudara dengan siapapun. M- melayani. P= pekerja keras dan O= optimisme. "Ini kami tanamkan pada mereka sebagai calon pemimpin. Semangat Dempo adalah salah satu proses belajar mereka," ujarnya.

Termasuk bagaimana belajar negosiasi  sehingga banyak pihak mau terlibat di kegiatan itu. Wali Kota Malang menyatakan kegiatan itu sebagai upaya siswa mengaktualisasi potensi yang dimilikinya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved