Berita Bangkalan Hari Ini
Tiang Antena TV dari Bambu Ternyata Berbahaya, Ini Peringatan PLN Bangkalan
PERINGATAN PLN: Bambu tidak aman untuk tiang antena televisi. Kalau besi kemungkinan masih aman karena besi itu kan sifatnya penghantar murni.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, BANGKALAN – Terjangan cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir harus diwaspadai masyarakat Bangkalan, Madura. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan, potensi bencana alam mulai dari tanah longsor dan banjir selalu menghantui.
Terakhir, sambaran petir melanda sejumlah objek di pemukiman di kawasan Desa Jaddih Kecamatan Socah, Sabtu (12/11/2022) sore. Tidak hanya berdampak terhadap kerusakan terhadap beberapa perabotan elektronik seperti televisi, bola lampu, hingga perangkat internet berupa modem wifi milik PT Telkom, namun juga menimbulkan trauma mendalam bagi sebagian masyarakat terdampak.
Merespons kondisi tersebut, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kabupaten Bangkalan, Hari Purnomo mencoba berbagi tips aman agar masyarakat sebisa mungkin terhindar dari sambaran petir.
Ia mengimbau masyarakat agar jangan menyalakan peralatan elektronik. Terutama ponsel dan televisi yang antenanya tinggi dengan tiang berbahan bambu. Karena bambu sifatnya bukan penghantar murni yang berpotensi mengundang terjadinya sambaran petir.
Baca juga: Sambaran Petir Berdampak Mengerikan di Desa Jaddih Kecamatan Socah, Bangkalan
“Bambu tidak aman untuk antena televisi. Kalau dikasih besi kemungkinan masih aman karena besi itu kan sifatnya penghantar murni, dia langsung menjadi penghantar ke grounding. Di Jaddih, saya melihat ada banyak, hati-hati karena tiang antena berbahan bambu itu mengundang terjadinya sambaran petir,” ungkap Hari kepada Surya, Minggu (13/11/2022).
Selain itu, lanjut pria asal Kota Malang itu, ketinggian geografis suatu wilayah dan ketinggian sebuah bangunan sangat mempengaruhi. Apalagi gedung yang tidak dilengkapi dengan penyalur petir atau pengaman dari sambaran petir.
“Perangkat penangkal petir itu cukup mahal karena material yang digunakan adalah pilihan seperti tembaga dan lapisan platina pada bagian ujungnya,” tutur Hari.
Karen itu, Hari menyarankan masyarakat yang berada di kawasan rawan sambaran petir agar mengecek kembali keandalan sistem grounding kelistrikan di masing-masing rumah. Sistem grounding akan berjalan efektif ketika mampu membuang arus busur api aliran dari sambaran petir ke bumi atau tanah.
“Sehingga tidak sampai menghantam lingkungan, lampu dan sebagainya. Petir ‘kebingungan’ mencari jalan karena di situ tidak ada pembuangan grounding yang bagus. Kalau di situ ada pembuangan grounding bagus, insya Allah langsung teredam oleh grounding itu dan langsung terbuang ke bumi,” pungkasnya.