Berita Jember Hari Ini

Ahmad Toyib dari Jember Bisa Jual Labu Botol sampai Rp 75.000 per Biji

Labu botol yang sudah selesai dipoles ini, sekilas tampak menyerupai kendi tradisional yang terbuat dari tanah . Bahkan juga bisa diisi air minum.

Editor: Yuli A
Imam Nawawi
Ahmad Toyib, pembudidaya Labu Botol di Jember, Jawa Timur yang menjual tanamannya ke Bali dan Jakarta, Selasa (15/11/2022). 

REPORTER: IMAM  NAWAWI

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Ahmad Toyib, warga Jember, Jawa Timur ini memiliki cara unik agar hasil budidaya Labu Botol memiliki nilai jual yang tinggi. 

Pria yang tinggal di Dusun Gumuksari Desa Curahmalang Kecamatan Rambipuji, Jember ini tidak langsung menjual tanamannya, melainkan mengeringkan buah Labu botolnya. 

Setelah Labu botol tersebut kering, Ahmad Toyib membersihkan isinya dan memoles kulit buah tersebut , sehingga terlihat mengkilap dengan warna kecoklatan. 

Labu botol yang sudah selesai dipoles ini, sekilas tampak menyerupai kendi tradisional yang terbuat dari tanah . Bahkan hasil kerajinan ini juga bisa diisi air minum. 

"Saya memulai kerajian ini baru sekitar awal tahun 2022. Inspirasi ini saya dapat dari teman yang ada di pasaran Bali, lalu saya sendiri ada ide untuk budidaya Labu Botol," ujar pria yang akrab disapa Ahmad Toyib ini. 

Menurutnya, bibit buah labu botol inidiperoleh dari Jepara, Jawa Tengah. Sebab di Kabupaten Jember selama ini belum ada yang menanamnya. 

"Kebetulan bibit ini dapat dari Jepara, untuk dibudidaya," tambah Toyib. 

Sementara tantangan dalam pembudidayaa Labu botol, kata Toyib, ketika musim hujan. Sebab hal itu akan membuat buah tanaman ini busuk. 

"Musim hujan kebanyakan busuk, soalnya kurang perawatan, penyemprotan maupun obat obatan," imbuhnya 

Mengingat proses pengeringan Labu botol ini memerlukan waktu satu bulan sehingga jika musim hujan seperti ini penjemuran buah tersebut akan lebih lama.  

"Pengeringan ini sekitar satu bulan, kalau cuacanya normal. pokoknya kering Labu botol ini sudah bisa diproses,"tambahnya.

Toyib mengaku hasil kerajinan Labu Botol itu masih dijual ke Bali dan Jakarta. Karena pembeli rata-rata dari daerah tersebut. 

"Untuk pemasarannya sementara masih di Bali dan Jakarta. Nilainya perbotol kalau yang kecil seharga Rp 50 ribu. Kalau yang besar bisa sampai Rp 75 ribu," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved