Berita Malang Hari Ini

Baju Disaster Karya Mutiara Syarif Terinspirasi Tragedi Kanjuruhan, Usai Putari 7 Kali Tugu Malang

Ide busananya justru baru didapat pada Rabu (9/11/2022) lalu tepat saat peringatan 40 hari kejadian tragedi stadion Kanjuran.

suryamalang/sylvi
Desainer muda Mutiara Syarifuddin dari Malang memberi judul bajunya Disaster karena mengangkat tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 aremania yang menonton pertandingan Arema FC-Persebaya pada 1 Oktober 2022. 

SURYAMALANG|MALANG-Desainer muda Mutiara Syarifuddin dari Malang sebenarnya tak berniat ikut lomba Fashion Styling Upcycling Competition Soerabaja Fashion Trend 2023 yang diadakan oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) Surabaya pada Jumat (11/11/2022) pekan lalu dimana ia meraih juara runner up. 

Dosen di LaSalle College Surabaya ini malah meminta muridnya untuk ikut kompetisi itu yang diadakan pada Jumat (11/11/2022). 

Ide busananya justru baru didapat pada Rabu (9/11/2022) lalu tepat saat peringatan 40 hari kejadian tragedi stadion Kanjuran.

Saat itu ia hendak ke toko kain mencari barang yang kurang sehingga keluar rumah.

Ia memberi judul bajunya Disaster karena mengangkat tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 aremania yang menonton pertandingan Arema FC-Persebaya pada 1 Oktober 2022.

"Waktu itu Malang hujan deras saat saya lewat kawasan Tugu. Disana banyak aremania yang sedang berteduh," kata dia pada suryamalang.com, Selasa (15/11/2022).

Di sekitar Tugu, ia melihat banyak miniatur keranda dan foto-foto para korban dekat keranda karena trenyuh.

"Saya sampai memutar tujuh kali," kata dia.

Ada perasaan sedih karena kebanyakan korban adalah perempuan. Menurutnya, kompetisi itu adalah membuat baju baru lagi dari baju-baju yang pernah dipakai.

Serta tidak boleh dijahit mesin tapi memakai jahit tangan atau diberi peniti. Ia menggunakan baju-baju lamanya dan kemudian untuk menyuarakan tragedi itu.

Untuk melengkapi itu, maka diambillah empat sampai lima spanduk dari Aremania di kawasan Tugu, Ijen dan A Yani pada Kamis malam (10/11/2022). Ada perasaan takut.

"Saya sudah mencoba membuat sendiri tapi kurang pas, kurang terlihat menonjol. Saya mohon maaf mengambil karena tidak tahu harus izin siapa. Tapi dari tulisan itu, saya bisa membantu menyuarakan hal itu lewat kain yang saya ambil," jelasnya.

Bajunya dominan warna hitam. Namun ada baju atasan batik yang sudah agak pudar warnanya. 

Rok panjangnya seperti seperti keranda membungkus. Ada police line di rok berasal dari tali gitar warna kuning. Serta police line bahan plastik. Lalu rok bahan tule ditumpuk jadi lengan.

"Arti police line adalah katanya melindungi tapi kok banyak korban," kata dia.

Intinya semuanya diceritakan lewat busana itu untuk menyuarakan tuntutan aremania. 

Bahkan juga dipasang gambar-gambar terkait tragedi itu di sekitar bajunya. Pada Jumat, ia berangkat ke Surabaya untuk berlomba.

Ia merasa surprise pada antusias penonton. "Rata-rata busana yang ditampilkan disana ready to wear. Saya saja yang beda," jawabnya.

Jumlah peserta lomba Fashion Styling Upcycling Competition Soerabaja Fashion Trend 2023 diikuti 50 orang.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved