Berita Blitar Hari Ini

Bansos Dampak Kenaikan Harga BBM di Kota Blitar Mulai Disalurkan ke Warga

Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar dari dana transfer umum (DTU) daerah untuk pengadaan bansos bagi warga yang terdampak kena

suryamalang.com/samsul hadi
Wali Kota Blitar, Santoso secara simbolis menyerahkan bansos dampak kenaikan harga BBM kepada perwakilan warga di kantor Dinsos Kota Blitar, Selasa (15/11/2022). 

SURYAMALANG.COM|BLITAR - Joko Slamet (37), merasa senang mendapatkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari Pemkot Blitar.

Warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, itu mengaku baru kali pertama menerima bansos dari pemerintah.

"Saya senang sekali, karena selama ini saya belum pernah mendapat bansos," kata Joko saat mengambil bansos paket sembako di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Selasa (15/11/2022).

Joko mengatakan tiba-tiba didata oleh kelurahan. Setelah pendataan, ia mendapat undangan untuk mengambil bansos berupa paket sembako di kantor Dinsos Kota Blitar.

"Kemarin didata kelurahan, lalu dapat undangan untuk mengambil bansos hari ini. Harapan saya, ke depan, pemberian bansos bisa merata," ujar pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Joko merupakan satu dari ratusan warga yang menerima bansos dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari Pemkot Blitar.

Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar dari dana transfer umum (DTU) daerah untuk pengadaan bansos bagi warga yang terdampak kenaikan harga BBM.

Data dari Bagian Kesra Kota Blitar menyebutkan ada 1.746 warga yang menerima bansos dampak kenaikan harga BBM.

Sejumlah warga itu diusulkan oleh tiga OPD di Pemkot Blitar, yaitu, Dinsos, Dishub, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar.

Tiap warga mendapatkan bansos berupa paket sembako senilai Rp 300.000. Paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, kecap, dan sambal pecel.

"Hari ini kami salurkan bansos dampak kenaikan harga BBM kepada masyarakat di kantor Dinsos. Pengadaan bansos dampak kenaikan harga BBM ini dari dua persen dana transfer umum daerah," kata Wali Kota Blitar, Santoso saat menyerahkan bansos kepada perwakilan warga di kantor Dinsos Kota Blitar.

Santoso mengatakan penerima bansos dampak kenaikan harga BBM sudah dilakukan verifikasi dan validasi.

Calon penerima bansos dampak kenaikan harga BBM memang betul-betul belum pernah menerima program bantuan sosial lainnya.

"Kami berikan dalam bentuk paket sembako agar semua keluarganya bisa menikmati," ujarnya.

Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti mengatakan khusus di Dinsos ada 965 keluarga penerima manfaat program bansos bentuk kepedulian kenaikan harga BBM sekaligus antisipasi dampak inflasi.

Bansos dampak kenaikan harga BBM dan antisipasi inflasi diberikan selama tiga bulan mulai Oktober, November, dan Desember.

"Program ini seharus disalurkan pada Oktober 2022, tapi karena ada proses yang harus diselesaikan, baru bisa disalurkan November ini," katanya. (sha) 

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved