Berita Arema Hari Ini

Biodata Joko Driyono yang Masuk Daftar Tim Pemulihan Arema FC Bersama Ratu Tisha, Mantan Ketum PSSI

Berikut ini biodata Joko Driyono, yang namanya masuk di daftar tim pemulihan Arema FC.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Shutterstock via Tribunnews
Joko Driyono masuk tim pemulihan Arema FC bersama Ratu Tisha, mantan Sekjen PSSI. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut ini biodata Joko Driyono, yang namanya masuk di daftar tim pemulihan Arema FC.

Seperti diketahui tim Arema FC kini mengalami keterpurukan pasca tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Bagaimana tidak laga pertadingan Arema FC vs Persebaya Surabaya itu berubah menjadi tragedi hingga membuat ratusan orang meninggal dunia.

Tak sendiri, Joko Driyono masuk tim pemulihan Arema FC bersama Ratu Tisha, mantan Sekjen PSSI.

Hal itu terungkap saat Arema FC menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh untuk membicarakan pemilihan ketua dan anggota Tim Pemulihan Arema FC, Senin (14/11/2022).

tim pemulihan Arema FC ini ialah semacam task force yang bertugas untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola klub Arema FC.

Sebelum membentuk siapa-siapa saja anggota yang masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC ini, direksi dan manajemen telah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh sepak bola.

Di antaranya tokoh sepak bola Malang Wiebie Dwi Andriyas yang merupakan pengusaha asal Malang serta pemilik Klub NZR Sumbersari FC dan praktisi hukum sekaligus pengacara Agus S Sugianto. 

Menurut manajemen, dua nama di atas banyak diusulkan masuk dalam tim pemulihan Arema FC. Sehingga pertemuan dengan keduanya telah dilakukan. 

Dari pertemuan itu manajemen Arema FC mengaku banyak mendapat saran dan masukan terkait langkah untuk bangkit pasca tragedi.

“Kemarin kami banyak mendapatkan saran dan masukan, serta usulan dari tokoh sepak bola Malang Raya Mas Wiebie Dwi Andriyas dan dari tokoh hukum Agus S Sugianto.

Dua tokoh itu menyambut baik adanya tim pemulihan yang tentunya memiliki program yang bisa dijalankan oleh Arema FC.

Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi terkait langkah cepat Arema FC yang memberikan bantuan kepada korban meninggal dan korban luka baik berat dan ringan,” kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, Selasa (15/11/2022).

Sementara itu Wiebie menyatakan siap pro aktif dalam membantu pemulihan Arema FC dan siap bergabung dalam tim pemulihan Arema FC.

“Tentu saya merasa terpanggil untuk aktif turut andil dalam membantu pemulihan Arema FC agar secara jangka pendek ini klub Arema FC melakukan pemulihan dalam membantu mengembalikan kepercayaan publik, serta pro aktif dalam penanganan korban, termasuk secara jangka panjang melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap tata kelola klub,” ujar Wiebie.

Lebih lanjut Wiebie mengaku menaruh harapan tinggi kepada tokoh-tokoh sepak bola nasional yang expert dalam tata kelola klub secara profesional ikut andil dan intens di tim pemulihan Arema FC.

Yang mengejutkan, muncul nama Mantan Plt Ketua PSSI Joko Driyono atau Jokdri yang pernah di penjara dan divonis satu tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) silam.

Joko Driyono dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus menghilangkan alat bukti pengaturan skor Liga 1 Indonesia.

Selain itu juga ada nama Ratu Tisha mantan Sekjen PSSI. Nama keduanya masuk dalam tim pemulihan Arema FC.

Potret Joko Driyono bersama Ratu Tisha
Potret Joko Driyono bersama Ratu Tisha (BolaSport)

“Dari nama-nama yang beredar dan sudah muncul, tentu saja semua memberikan harapan baru.

Termasuk munculnya figur-figur seperti Pak Joko Driyono, Ratu Tisha hingga Ronny Suhatril,  mereka bisa membantu Arema FC yang bisa dibilang saat ini terpuruk,” jelasnya.

Lantas siapa sebenarnya Joko Driyono?

Melansir biodata Joko Driyono sempat menjadi Ketua Umum PSSI dan menggantikan Edy Rahmayadi, Joko Driyono sebelumnya merupakan wakil ketua PSSI.

Karier Joko Driyono di dunia sepakbola berawal dari kiprahnya sebagai seorang jurnalis olahraga.

Dari situ, Joko Driyono kemudian mendapat kesempatan untuk menjadi manajer di Pelita Krakatau Steel.

Di awal tahun 1990-an, Joko Driyono mendapat tawaran untuk bergabung bersama PSSI.

Masuk PSSI dengan jabatan sebagai anggota, karier Joko Driyono terus meningkat dengan menempati posisi-posisi strategis di PSSI.

Sepanjang ia berkarier di PSSI, Joko Driyono tercatat pernah menempati jabatan sebagai CEO PT Liga (Operator ISL), Sekretaris Jenderal PSSI, Wakil Ketua, hingga kini menjadi Ketua Umum PSSI.

Joko Driyono menjadi satu di antara anggota kepengurusan PSSI yang kerap menerima kontroversi, terutama perihal rangkap jabatan yang tengah dilakoninya.

Pada 2013 lalu, di bawah pemerintahan Nurdin Halid, ia yang harusnya menjadi Sekjen PSSI, diketahui merangkap jabatan sebagai CEO PT Liga Indonesia.

Ketika disindir mengenai hal itu, perwakilan PSSI menanggapi bahwa tidak ada larangan dalam status PSSI mengenai rangkap jabatan yang dilakoni anggotanya.

Joko Driyono diketahui sempat masuk dalam bursa Ketua Umum PSSI pada tahun 2015 lalu.

Namun PSSI baru mengadakan kongres pada tahun 2016 dan memunculkan nama Edy Rahmayadi yang kemudian mendapat jabatan itu dengan mengalahkan delapan calon lainnya.

(Suryamalang.com/Dya Ayu/Surya.co.id/Akira Tandika)

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved