Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Cara Baru Mengakses Manuskrip Lama dari Pesantren Salaf di Jawa Timur

Pemprov Jatim mendigitalisasi manuskrip-manuskrip turots (karya tertulis warisan budaya Islam) di pesantren-pesantren salaf. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Yuli A
fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama Kepala Arsip Nasional RI Imam Gunarto di Rakor Diseminasi Simpul Jaringan Pilot Project Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Tahun 2022, di Hotel Vasa Surabaya, Selasa (15/11/2022). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh program Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang tengah getol melakukan digitalisasi kearsipan nasional. 

Khofifah menegaskan bahwa digitalisasi kearsipan penting dilakukan dalam menjalankan ranah pemerintahan. Khususnya untuk mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Menurutnya, digitalisasi sudah menjadi tuntutan di tengah perkembangan zaman transformasi digital seperti saat ini.

“Kalau arsip berbentuk kertas, itu sangat bisa lapuk atau rusak, dan tulisannya pun bisa hilang. Belum lagi kalau ganti komandan terkadang trace dokumen menjadi susah, maka digital ekosistem menjadi sangat penting,” tegas Khofifah di Rakor Diseminasi Simpul Jaringan Pilot Project Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Tahun 2022, di Hotel Vasa Surabaya, Selasa (15/11/2022). 

Untuk itu, apa yang dilakukan oleh ANRI yang melakukan digitalisasi kearsipan sangat dibutuhkan masyarakat. Agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan arsip dokumen yang dibutuhkan, lebih cepat, dan juga lebih murah.

“Serta lebih secure dan terjamin originalitasnya. Karena pasti akan ada penanda elektronik yang membuktikan bahwa dokumen arsip tersebut asli dan bukan rekayasa,” tandasnya.

Di Jawa Timur, Khofifah pun telah memiliki semangat yang sama kuatnya dalam mendigitalisasi kearsipan. Bahkan semangat itu telah diwujudkan secara nyata dalam tiga tahun terakhir. 

Pemprov Jatim melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur secara ulet dan telaten mencoba mengumpulkan dan mendigitalisasi manuskrip-manuskrip turots (karya tertulis warisan budaya Islam) di pesantren-pesantren salaf. 

“Di sana kita menemukan banyak naskah-naskah kertas yang sudah lapuk dan tulisannya sudah tidak tampak. Kita ingin agar manuskripnya kita digitalisasikan,” tegas Khofifah

Menurutnya hal ini penting untuk mendokumentasikan dan mendigitalisasikan turots yang merupakan warisan dari para ulama Islam. Terutama untuk membuktikan bahwa karya karya para ulama sangat berharga dalam dunia keilmuan Islam dunia. 

“Dan ternyata apa yang kita lakukan disambut baik oleh Dubes Mesir saat meluhat display digital turots yang kita miliki. Beliau mengusulkan bagaimana jika kita tukar menukar turots ulama Indonesia. Terlebih karena ulama Indonesia memiliki kontribusi yang besar untuk keilmuan dunia,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Imam Gunarto mengatakan bahwa Rakor yang dihadiri 200 orang ini ditujukan untuk menyatukan langkah dalam memindahkan sistem arsip ke digital. 

“Dengan implementasi digital, diharapkan akan portal nasional disatukan dalam satu Pilot Project Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN),” tegasnya. 

Tidak hanya itu secara khusus ia mengapresiasi kinerja Pemprov Jawa Timur yang telah meningkatkan kinerja kearsipan Jatim. Dimana Tahun lalu kinerja kearsipan Jatim masih ada 10 daerah yang masih berwarna merah. Dan tahun ini hanya tinggal dua daeeah saja. 

“Maka kalau mau tinggal landas ke transformasi digital, saya rasa Jatim sudah sangat siap. Tahun ini hanya Jember dan Pamekasan yang kinerja kearsipannya masih butuh diperbaiki,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved