TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Sudah Jalani Latihan Secara Normal, Rindu Dukungan Aremania

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Sudah Jalani Latihan Secara Normal, Adaptasi Jadi Fokus Utama

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Arema FC
Pemain Arema FC saat menjalani latihan di salah satu lapangan di Malang. 

SURYAMALANG.COM - Arema FC sudah kembali berlatih secara normal pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan selepas laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Meski belum diketahui kapan kick off lanjutan Liga 1 2022 dimulai, namun Dendi Santoso dkk bertahap telah mendapat program latihan seperti sebelumnya.

"Fase pemulihan psikis Insya Allah sudah dijalani oleh Arema FC."

"Secara bertahap pelatih juga sudah memberikan program latihan secara normal, pemain mulai fokus dan konsentrasi untuk mengikuti program latihan," kata Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/11/2022).

Menurut Tatang Dwi Arifianto, tim pelatih di bawah arahan Javier Roca sudah memberikan draft program kepada manajemen.

"Program pemulihan akan berjalan beriringan yang akan dilakukan oleh tim."

"Tim juga membantu jika dibutuhkan untuk memberi semangat kepada para korban."

"Perlahan kami optimis semua bisa melewati fase-fase pulih dan bangkit bersama," jelasnya.

Terkait sesi latihan yang sudah mulai dilakukan, Tatang menilai pemain sudah mulai tahap beradaptasi untuk mendapatkan dukungan kehadiran Aremania, meskipun saat pertandingan nanti Arema FC dipastikan bermain tanpa penonton karena sanksi Komdis PSSI.

"Kita tahu hubungan klub dan Aremania ini sangat dekat, justru kalau Aremania hadir ini bisa membuat mereka termotivasi," ujarnya.

Tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022.
Tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022. (Instagram/aremafcofficial)

Ratu Tisha dan Joko Driyono Hingga Tokoh Lokal Malang Masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC

Direksi dan manajemen Arema FC saat ini tengah membentuk Tim Pemulihan Arema FC pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, 1 Oktober lalu.

Tim Pemulihan Arema FC ini ialah semacam task force yang bertugas untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola klub Arema FC.

Sebelum membentuk siapa-siapa saja anggota yang masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC ini, direksi dan manajemen telah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh sepak bola.

Di antaranya tokoh sepak bola Malang Wiebie Dwi Andriyas yang merupakan pengusaha asal Malang serta pemilik Klub NZR Sumbersari FC dan praktisi hukum sekaligus pengacara Agus S Sugianto.

Menurut manajemen, dua nama di atas banyak diusulkan masuk dalam tim pemulihan Arema FC. Sehingga pertemuan dengan keduanya telah dilakukan.

Baca juga: Surat Cinta Aremania untuk Presiden Jokowi, Pelanggaran HAM Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas!

Dari pertemuan itu manajemen Arema FC mengaku banyak mendapat saran dan masukan terkait langkah untuk bangkit pasca tragedi yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

"Kemarin kami banyak mendapatkan saran dan masukan, serta usulan dari tokoh sepak bola Malang Raya Mas Wiebie Dwi Andriyas dan dari tokoh hukum Agus S Sugianto."

"Dua tokoh itu menyambut baik adanya tim pemulihan yang tentunya memiliki program yang bisa dijalankan oleh Arema FC."

"Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi terkait langkah cepat Arema FC yang memberikan bantuan kepada korban meninggal dan korban luka baik berat dan ringan," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, Selasa (15/11/2022).

Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto.
Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto. (Arema FC)

 

Sementara itu, Wiebie menyatakan siap pro aktif dalam membantu pemulihan Arema FC dan siap bergabung dalam tim pemulihan Arema FC.

"Tentu saya merasa terpanggil untuk aktif turut andil dalam membantu pemulihan Arema FC agar secara jangka pendek ini klub Arema FC melakukan pemulihan dalam membantu mengembalikan kepercayaan publik, serta pro aktif dalam penanganan korban, termasuk secara jangka panjang melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap tata kelola klub," ujar Wiebie.

Lebih lanjut Wiebie mengaku menaruh harapan tinggi kepada tokoh-tokoh sepak bola nasional yang expert dalam tata kelola klub secara profesional ikut andil dan intens di tim pemulihan Arema FC.

Yang mengejutkan, muncul nama Mantan Plt Ketua PSSI Joko Driyono atau Jokdri yang pernah dipenjara dan divonis satu tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) silam.

Jokdri dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus menghilangkan alat bukti pengaturan skor Liga 1 Indonesia.

Selain itu juga ada nama Ratu Tisha mantan Sekjen PSSI. Nama keduanya masuk dalam tim pemulihan Arema FC.

"Dari nama-nama yang beredar dan sudah muncul, tentu saja semua memberikan harapan baru."

"Termasuk munculnya figur-figur seperti Pak Joko Driyono, Ratu Tisha hingga Ronny Suhatril,  mereka bisa membantu Arema FC yang bisa dibilang saat ini terpuruk," jelasnya.

Update Google News SURYAMALANG.COM

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved