TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA
Ratu Tisha dan Joko Driyono Hingga Tokoh Lokal Malang Masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC
Ratu Tisha dan Joko Driyono Hingga Tokoh Lokal Malang Masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC Pasca Tragedi Kanjuruhan
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM - Direksi dan manajemen Arema FC saat ini tengah membentuk Tim Pemulihan Arema FC pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, 1 Oktober lalu.
Tim Pemulihan Arema FC ini ialah semacam task force yang bertugas untuk melakukan evaluasi total terhadap tata kelola klub Arema FC.
Sebelum membentuk siapa-siapa saja anggota yang masuk dalam Tim Pemulihan Arema FC ini, direksi dan manajemen telah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh sepak bola.
Di antaranya tokoh sepak bola Malang Wiebie Dwi Andriyas yang merupakan pengusaha asal Malang serta pemilik Klub NZR Sumbersari FC dan praktisi hukum sekaligus pengacara Agus S Sugianto.
Menurut manajemen, dua nama di atas banyak diusulkan masuk dalam tim pemulihan Arema FC. Sehingga pertemuan dengan keduanya telah dilakukan.
Baca juga: Surat Cinta Aremania untuk Presiden Jokowi, Pelanggaran HAM Tragedi Kanjuruhan Harus Diusut Tuntas!
Dari pertemuan itu manajemen Arema FC mengaku banyak mendapat saran dan masukan terkait langkah untuk bangkit pasca tragedi yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.
"Kemarin kami banyak mendapatkan saran dan masukan, serta usulan dari tokoh sepak bola Malang Raya Mas Wiebie Dwi Andriyas dan dari tokoh hukum Agus S Sugianto."
"Dua tokoh itu menyambut baik adanya tim pemulihan yang tentunya memiliki program yang bisa dijalankan oleh Arema FC."
"Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi terkait langkah cepat Arema FC yang memberikan bantuan kepada korban meninggal dan korban luka baik berat dan ringan," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto, Selasa (15/11/2022).

Sementara itu, Wiebie menyatakan siap pro aktif dalam membantu pemulihan Arema FC dan siap bergabung dalam tim pemulihan Arema FC.
"Tentu saya merasa terpanggil untuk aktif turut andil dalam membantu pemulihan Arema FC agar secara jangka pendek ini klub Arema FC melakukan pemulihan dalam membantu mengembalikan kepercayaan publik, serta pro aktif dalam penanganan korban, termasuk secara jangka panjang melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap tata kelola klub," ujar Wiebie.
Lebih lanjut Wiebie mengaku menaruh harapan tinggi kepada tokoh-tokoh sepak bola nasional yang expert dalam tata kelola klub secara profesional ikut andil dan intens di tim pemulihan Arema FC.
Yang mengejutkan, muncul nama Mantan Plt Ketua PSSI Joko Driyono atau Jokdri yang pernah dipenjara dan divonis satu tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019) silam.
Jokdri dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus menghilangkan alat bukti pengaturan skor Liga 1 Indonesia.