Berita Arema Hari Ini
Rindu Arema FC pada Aremania Sementara Harus LDR, Singo Edan Jaga Komitmen di RUPS PT LIB
Nasib pemain Arema FC tanpa Aremania di Liga 1 2022, harus LDR sementara, Singo Edan jaga Komitmen di RUPS PT LIB
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Rindu Arema FC pada Aremania harus Long Distance Relationship alias LDR jadi situasi baru pasca Tragedi Kanjuruhan.
Ketika kompetisi Liga 1 2022 nantinya bergulir lagi, Arema FC dipastikan tidak bisa didukung suporter setianya, Aremania.
Kondisi itu terjadi akibat sanksi Komdis PSSI yang dijatuhkan pada Arema FC buntut Tragedi Kanjuruhan.
Sedangkan kelanjutan Liga 1 2022 sebentar lagi akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Sejauh ini para pemain Arema FC sudah kembali berlatih normal.
Meski belum tahu kapan kick off lanjutan Liga 1 2022 dimulai, namun Dendi Santoso dkk bertahap telah mendapat program latihan seperti sebelumnya.
"Fase pemulihan psikis Insya Allah sudah dijalani oleh Arema FC." kata Komisaris PT AABBI Tatang Dwi Arifianto kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/11/2022).
"Secara bertahap pelatih juga sudah memberikan program latihan secara normal, pemain mulai fokus dan konsentrasi untuk mengikuti program latihan," imbuhnya.

Menurut Tatang Dwi Arifianto, tim pelatih di bawah arahan Javier Roca sudah memberikan draft program kepada manajemen.
"Program pemulihan akan berjalan beriringan yang akan dilakukan oleh tim."
"Tim juga membantu jika dibutuhkan untuk memberi semangat kepada para korban."
"Perlahan kami optimis semua bisa melewati fase-fase pulih dan bangkit bersama," jelasnya.
Terkait sesi latihan yang sudah mulai dilakukan, Tatang menilai pemain sudah mulai tahap beradaptasi untuk mendapatkan dukungan kehadiran Aremania.
Meskipun saat pertandingan nanti Arema FC dipastikan bermain tanpa penonton karena sanksi Komdis PSSI.
"Kita tahu hubungan klub dan Aremania ini sangat dekat, justru kalau Aremania hadir ini bisa membuat mereka termotivasi," ujarnya.

Sementara itu, RUPS PT LIB digelar pada Selasa (15/11/2022) dan Arema FC memastikan menerima apa pun hasil keputusan tersebut.
Arema FC memastikan akan tetap konsekuen pada hukuman yang sudah dijatuhkan.
Arema FC selaku pemegang saham PT LIB akan hadir pada RUPS tersebut di Hotel Sultan, Jakarta.
Pembahasan utamanya adalah soal kelanjutan Liga 1 2022-2023, disertai dengan pokok bahasan yang lain.
"Secara umum sebenarnya kami menerima apa pun hasil RUPS nanti" kata Tatang Dwi Arifianto.
"Tetapi secara moral kami tetap konsekuen dalam menjalankan hukuman yang sudah diberikan oleh Komdis PSSI," imbuhnya.
Akibat Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi bagi Arema FC.
Sanksi tersebut berupa larangan menyelenggarakan laga kandang.
Arema FC harus melakoni laga usiran yang jaraknya minimal 250 kilometer dari home base hingga akhir musim kompetisi.
Sebelum hukuman itu dijalankan, kompetisi sampai sekarang masih berhenti.
Kompetisi sudah tidak berjalan selama lebih dari satu setengah bulan.
Namun, setelah Owners' Club Meeting Liga 1 2022-2023 beberapa waktu lalu, ada wacana soal mengubah format pertandingan.
Mengutip Kompas.com 'Apa Pun Keputusan di RUPS PT LIB, Arema FC Konsekuen dengan Hukuman'.

Format home-away yang biasa dipakai rencananya akan diubah menjadi sistem bubble.
Menurut Tatang Dwi Arifianto, urgensi saat ini adalah mendorong kompetisi bisa dilanjutkan kembali.
Persoalan perubahan format pertandingan tidak akan terlalu berpengaruh bagi Arema FC.
“Kami menghormati apa pun nantinya yang menjadi keputusan RUPS, semua tentu memiliki semangat bersama agar kompetisi kembali bergulir,” pungkasnya.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
(Suryamalang|Dya Ayu/Kompas|Suci Rahayu)