Berita Surabaya Hari Ini

Pengangguran di Surabaya Turun 2 Persen, Wali Kota Sebut Berkat Kebijakannya dan DPRD

APBD Surabaya tahun 2022 banyak digunakan untuk penguatan UMKM dan padat karya. Total, ada sekitar Rp 100 miliar yang digelontorkan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yuli A
bobby c koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memperlihatkan hasil pertanian warga Surabaya. 

APBD Surabaya tahun 2022 banyak digunakan untuk penguatan UMKM dan padat karya. Total, ada sekitar Rp 100 miliar yang digelontorkan.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Angka Pengangguran di Surabaya menurun dua persen di 2022. Sejak pandemi melanda Indonesia, angka pengangguran tahun 2022 di Surabaya menjadi yang terendah. 

Berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2022 di angka 7,62 persen. Turun sekitar 2 persen dibanding 2021 (9,68 persen). 

Untuk diketahui, angka pengangguran di Surabaya cenderung meningkat akibat pandemi Covid-19. Sebagai perbandingan, pada 2019 lalu, angka TPT di Surabaya masih berada di 5,76 persen.

Namun, saat pandemi melanda membuat TPT kemudian meningkat tinggi menjadi 9,79 persen di 2020. Pada 2021, pun masih cukup tinggi sekalipun ada penurunan (9,68 persen). 

Merespon data BPS, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimis gejala peningkatan ekonomi bisa berlanjut di 2023. Menurutnya, keberpihakan APBD Pemkot untuk penyiapan lapangan kerja dan UMKM mulai menampakan hasil. 

“Ini berarti APBD yang kita tetapkan dengan DPRD Surabaya berhasil,” kata Wali Kota Eri di Surabaya, Jumat (18/11/2022). 

Selama ini, APBD Surabaya tahun 2022 banyak digunakan untuk penguatan UMKM dan padat karya. Total, ada sekitar Rp 100 miliar yang digelontorkan untuk kedua program d tahun ini. 


Pada APBD tahun 2023, anggaran ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM dan padat karya semakin diperbesar. Total, ada sekitar Rp3 triliun yang akan digelontorkan untuk kedua sektor ini. 


Dengan semakin besarnya anggaran di sektor ekonomi, pihaknya optimistis akan semakin banyak warga miskin yang terentas. Mereka akan berdaya dengan peningkatan ekonomi melalui produksi UMKM. 


"Kami akan semakin bersinergi dengan warga. Dengan bersinergi, saya yakin pengangguran akan semakin turun dan kemiskinan di Kota Surabaya bisa semakin berkurang,” tegasnya.

Pemkot tak bergerak sendiri. Dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan di Surabaya, warga diajak untuk bersemangat dalam berusaha. 

“Dengan cara ini, insyallah warga tidak hanya mengandalkan bantuan semata. Mereka sudah bisa berusaha dan sudah mendapatkan penghasilan. Jadi, ayo ke depan kita terus bangkit bersama,” tegasnya.

Sejauh ini, fokus pemkot adalah mengatasi pengangguran yang meningkat akibat terjadinya Pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan dengan upaya penguatan sektor UMKM, pemulihan wisata, dan program padat karya.

"Karenanya, banyak Rumah Padat Karya yang dibentuk di seluruh kecamatan di Surabaya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Febrina Kusumawati dikonfirmasi terpisah. 

Melalui pendampingan dari pemkot, banyak masyarakat yang tertarik untuk bergabung dalam program ini. "Program ini banyak menyerap tenaga kerja, sehingga secara otomatis pengangguran bisa semakin berkurang,” pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved