Berita Pamekasan Hari Ini

Covid-19 Varian XBB Diduga Menjalar ke Pamekasan, RSUD SMART Rawat 20 Pasien

Mengacu dari gejala ringan itu, banyak pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD SMART Pamekasan lekas dipulangkan.

Editor: Yuli A
kuswanto ferdian
Satgas Covid-19 RSUD SMART Pamekasan saat hendak merawat pasien Covid-19 memakai APD. 

Mengacu dari gejala ringan itu, banyak pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD SMART Pamekasan lekas dipulangkan.

Reporter: Kuswanto Ferdian 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura meningkat.

Meningkatnya kasus positif Covid-19 ini diduga varian XBB.

Ketua Satgas Covid-19 RSUD SMART Pamekasan, dr Syaiful Hidayat mengatakan, kasus positif Covid-19 di Pamekasan sempat mereda.

Namun kini mulai meningkat kembali seiring munculnya varian baru yaitu XBB.

Pengamatan dia, di beberapa daerah kasus positif Covid-19 kembali meningkat.

Peningkatan kasus positif Corona ini terjadi secara nasional, termasuk merambah di Pamekasan yang mengalami peningkatan signifikan.

Terdata, mulai dari awal November 2022 hingga hari ini, RSUD SMART Pamekasan telah merawat sekitar 20 pasien positif Covid-19.

"Tetapi alhamdulilah, umumnya seperti kasus omicron kemarin tidak ada yang berat. Bahkan dibandingkan omicron itu, pasien yang kami rawat tidak ada yang meninggal," kata Syaiful Hidayat, Kamis (24/11/2022).

Menurut Syaiful Hidayat, kasus positif Covid-19 yang saat ini lebih ringan gejalanya dibandingkan dengan varian Omicron.

Rerata para pasien yang dirawat hanya mengeluh batuk, panas, dan sakit tenggorokan.

"Sudah itu saja tidak ada yang sesak membutuhkan alat bantu pernapasan atau oksigen," ungkapnya.

Mengacu dari gejala ringan itu, banyak pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD SMART Pamekasan lekas dipulangkan.

Bahkan ada pula pasien yang hendak dioperasi lalu saat di swab positif Covid-19.

Setelah menjalani operasi, pasien itu tidak dikarantina di RSUD SMART Pamekasan, namun langsung dipulangkan ke rumahnya dengan syarat menjalani isolasi mandiri.

Sebab pasien ini tergolong mengalami gejala ringan.

"Setelah batuk dan panasnya reda kita pulangkan. Paling lama dirawat 2 sampai 3 hari. Sampai saat ini gejalanya semua masih ringan," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved