Berita Malang Hari Ini

Dekan Psikologi UMM Sikapi Kasus 7 Siswa SD Lakukan Perundungan Pada Adik Kelas

Muhammad Salis Yuniardi MPsi PhD menyesalkan terjadinya kasus perundungan 7 siswa kepada adik kelas di SD wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
Instagram/ @Jokowidodo
ILUSTRASI - Himbauan hentikan perundungan pada anak oleh Presiden Jokowi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dekan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Salis Yuniardi MPsi PhD menyesalkan terjadinya kasus perundungan 7 siswa kepada adik kelas di SD wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Iya tentu ini sangat kita sesalkan. Perlu peran serta seluruh pihak untuk turut terlibat dalam pencegahan perundungan," kata Salis pada suryamalang.com, Kamis (24/11/2022). Apalagi korban mengalami cidera. Tapi trauma mental lebih berbahaya.

"Kalau saya baca di media ada cidera yang mana dengan pengobatan mungkin bisa cepat sembuh. Namun trauma secara mental ini yanh lebih berbahaya karena dampaknya bisa jangka panjang," kata dia. Misalkan kehancuran konsep diri, mimpi buruk yang terus berkelanjutan sebagai manifestasi trauma.

Yang lebih lebih berbahaya jika ada unfinished business berupa kemarahan dan dendam. Dikatakan, pada literatur sudah menunjukkan jika anak yg mengalami perundungan,  dewasanya cenderung lebih beresiko mengalami gangguan kecemasan dan depresi, selain kesulitan interaksi sosial.

Tentang keinginan korban meneruskan pendidikan di sekolah lain, dikatakan bisa saja asal di sekolah yang baru harus ada pendampingan psikologis sampai dia bisa recovery secara mental. Misal melalui konseling dan jika  diperlukan maka bisa melakukan psikoterapi. 

Baca juga: Motif 7 Siswa SD Kepanjen Malang Lakukan Perundungan ke Adik Kelas Hingga Koma

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved