Tragedi Arema Vs Persebaya

Kecewa, Korban Tragedi Kanjuruhan Batal Lapor ke Bareskrim

Korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan batal melapor ke Bareskrim Polri.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
kukuh kurniawan
Puluhan Aremania dan masyarakat yang tergabung dalan Solidaritas Rakyat Malang Barat saat menggelar aksi damai usut tuntas Tragedi Kanjuruhan di depan Kantor Polsek Pujon, Minggu (20/11/2022) siang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan batal melapor ke Bareskrim Polri.

Pembatalan tersebut karena Bareskrim Mabes Polri menolak pasal tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana, serta pasal tentang penganiayaan.

Anggota Tim Hukum Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky mengatakan Bareskrim Polri hanya menerima pasal tentang perlindungan anak.

"Bareskrim tidak bisa memasukkan pasal pembunuhan dan penganiayaan," ujar Anjar kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (23/11/2022).

TGA, tim hukum, korban, dan keluarga korban mendatangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan terkait tiga pasal itu pada Jumat (18/11/2022).

Rombongan ini sudah mengikuti sejumlah prosedur, baik prosedur pelaporan maupun konsultasi yang dihadiri sejumlah perwira tinggi (pati) Bareskrim dan akademisi atau ahli pidana.

TGA menanyakan hasil konsultasi laporan tersebut ke Bareskrim Polri pada Sabtu (19/11/2022).

"Bareskrim menyampaikan menolak pasal pembunuhan. Sedangkan pasal penganiayaan dan pasal perlindungan anak diterima. Bareskrim akan menyampaikan surat resmi pada Senin (21/11/2022)," jelasnya.

Anjar bersama korban dan keluarga korban mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (21/11/2022). Kedatangan rombongan ini untuk menanyakan hasil laporan.

Tetapi, rombongan ini harus mengulangi proses dari awal, dan dilanjut konsultasi. Hasil konsultasi, pasal perlindungan anak diterima, dan pasal pembunuhan dan pasal penganiayaan ditolak.

Bareskrim menilai laporan dua pasal tersebut telah dibuat di Polres Malang.

"Laporan pasal pembunuhan memang sudah ada di Malang. Tetapi pasal penganiayaan kan belum ada laporan," ungkapnya.

Akhirnya TGA batal melapor ke Bareskrim. Anjar menilai tidak adil jika Bareskrim hanya menerima pasal perlindungan anak. Padahal banyak korban dewasa yang meninggal dan terluka.

"Korban dewasa tidak terakomodir karena pasal yang diterima hanya pasal perlindungan anak. Karena satu tidak diterima, sekalian tidak usah," terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved