Berita Malang Hari Ini

Profil Dr Maria Christina Endarwati ST MIUEM Soroti Wilayah Kebencanaan Tinggi

ITN Malang menambah doktor baru yaitu Dr Maria Christina Endarwati ST MIUEM, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
Hums ITN Malang
Dr Maria Christina Endarwati ST MIUEM, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-ITN Malang menambah doktor baru yaitu Dr Maria Christina Endarwati ST MIUEM, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK).

Ia mendapatkan gelar Doktor Bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Brawijaya Malang. Penelitan disertasinya tentang konsep atau model memindahkan penduduk atau TDR (Transfer of Development) dari wilayah kebencanaan tinggi ke wilayah yang aman. 

TDR biasanya digunakan untuk wilayah cagar budaya. Pengalihan hak membangun atau TDR ini bermaksud melindungi, menjaga, dan melestarikan keberadaan cagar budaya akibat kerusakan atau bencana alam.

Namun TDR belum diterapkan secara langsung pada kawasan permukiman rawan bencana.

"Selama ini kita melihat setelah pindah mereka cenderung kembali ke tempat tinggalnya semula meski mereka tahu tempatnya rawan bencana. Hal ini karena tempat baru tidak dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan keseharian mereka,” kata Maria, Jumat (25/11/2022). 

Sehingga pasca bencana, warga kecenderungan akan kembali ke wilayah yang telah mereka tinggalkan. Maria melakukan kajian TDR tidak hanya sistem keamanan, namun juga value, memindahkan sekaligus membangun trigger pengembangan kawasan baru. 

Dikatakan, saat menggunakan TDR, maka banyak hal yang dihitung. Mulai harga lahan, kemauan penduduk untuk bersedia tinggal di kawasan baru dan sebagainya.

Penelitian yang dilakukannya di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dengan judul “Model Transfer of Development Rights Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur”.

Berkaca pada kasus gempa bumi di Pulau Lombok NTB pada 2018 lalu gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, banyak warga kembali ke lokasi lama dan melakukan pengkaplingan lahan.

Ditandaskan, konsep TDR kebencanaan adalah konsep untuk mengembangkan kawasan baru yang layak huni lengkap dengan fasilitas untuk masyarakat.

Maka tidak sekedar relokasi belaka. Namun menjadi strategi trigger pengembangan kawasan baru yang yang terintegrasi dengan konsep kebencanaan dan perencanaan tata ruang.

“Ini model baru yang bisa kami tawarkan kepada kementerian. Harapannya bisa menjadi contoh dan dapat dimasukkan dalam rencana detail tata ruang (RDTR) atau rencana tata ruang,” pungkas Maria.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved