Berita Malang Hari Ini

Pengacara Peradi Malang Gunadi Handoko Komentari Pelaporan Bupati Malang Sanusi oleh Aremania

Pelaporan Bupati Malang, Muhammad Sanusi ke Polres Malang oleh Aremania atas Tragedi Kanjuruhan menuai komentar praktisi hukum.

suryamalang.com/erwin
Pelaporan Bupati Malang, Muhammad Sanusi ke Polres Malang oleh Aremania atas Tragedi Kanjuruhan menuai komentar praktisi hukum. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Pelaporan Bupati Malang, Muhammad Sanusi ke Polres Malang oleh Aremania atas Tragedi Kanjuruhan menuai komentar praktisi hukum.

Pengacara dari Peradi Malang, Gunadi Handoko menilai jika pembuktian Sanusi yang disangkakan pasal 338 dan 340 KUHP dinilai akan menemui jalan buntu alias sulit dibuktikan.

Menurutnya, Bupati Malang saat ini sebagai kepala daerah dan kemeudian berbarengan dengan penempatan Stadion Kanjuruhan sebagai venue Arema FC di Liga 1. Gunadi mengkiaskan sulit membuktikan kaitan penyebab jatuhnya korban Tragedi Kanjuruhan dengan Bupati Malang secara sistem.

"Karena pada saat itu yang bertanggungjawab dalam hal ini adalah Panpel (panitia pelaksana)," beber Gunadi ketika dikonfirmasi.

Gunadi menambahkan, keterkaitan Sanusi dengan penembakan gas air mata juga sulit dibuktikan. Pasalnya, saat itu Sanusi juga tidak berada di lokasi atau terlibat ketika pengendalian massa saat kericuhan suporter terjadi.

"Penjelasan mengenai kandungan gas air mata itu persoalan lain. Karena itu berhubungan dengan enyebab kematian harus dicari," tuturnya.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi hingga kini tak mau ambil pusing dengan pelaporan yang sempat disematkan kepada dirinya beberapa waktu lalu. Ia menegaskan memiliki tim yang akan bekerja saat dirinya berurusan dengan hukum.

"Karena juga yang dilaporkan kan Bupati Malang. Bukan Sanusi. Soal pendampingan hukum, Pemerintah Kabupaten Malang juga memiliki tim hukum internal yang akan membela pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang," ungkap Sanusi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved