Berita Malang Hari Ini

80 Mahasiswa Berbagai Daerah Kenalkan Tarian Adat di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang

80 Mahasiswa Berbagai Daerah Kenalkan Tarian Adat di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang

Editor: Yuli A
Septyana Cahyani Eka Saputri
Kampung Budaya Polowijen menggandeng 80 mahasiswa dalam Gebyar Budaya Nusantara Kampung Budaya Polowijen (Panawijen Djaman Bijen Fest #5) di Kota Malang, Minggu, (27/11/2022) siang. 

Reporter: Septyana Cahyani Eka Saputri

SURYAMALANG.COM, MALANGKampung Budaya Polowijen menggandeng 80 mahasiswa dalam Gebyar Budaya Nusantara Kampung Budaya Polowijen (Panawijen Djaman Bijen Fest #5) di Kota Malang, Minggu, (27/11/2022) siang.

Lokasi acara di Jalan Cakalang RT 3/ RW 2, Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sebnyak 80 mahasiswa itu dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Merdeka Malang. 

Mereka dari daerah yang berbeda-beda, menampilkan tarian memakai busana adat masing-masing daerahnya.

Kegiatan ini juga merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi yaitu Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar Modul Nusantara.

Mereka akan belajar tentang arti Kebhinekaan yang saling mengenal arti toleransi, kerukunan, kekayaan budaya Indonesia, dan sejarah. 

Acara ini dibuka dengan tarian dolanan lompat tali dan tari baris klinting dari Sanggar Denandar. 

Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan sebanyak lima orang dari masing-masing kelompok. 

Dilanjutkan dengan tarian Zapin dari Riau yang dibawakan oleh mahasiswi Universitas Negeri Malang.

Mengangkat tema Gebyar Budaya Nusantara karena acara ini mengisahkan untuk kembali ke zaman dahulu. 

Jika zaman dahulu kesenian yang ditampilkan tentang adat atau tradisi ragam kesenian di Kampung Polowijen.

Ada 15 tarian yang akan ditampilkan dalam Gebyar Budaya Nusantara, seperti tari Beskalan Lanang dari Malang, tari Topeng Bapang dari Malang, tari Tobarani dari Sulawesi, tari Tor-tor dari Sumatera Utara, tari Merak dari Jawa Barat, tari Kambangan Zapin dari Kalimantan Selatan, tari Lenso dari Maluku, tari Pendet dari Bali, dan lain-lain.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Sarwoko beserta jajarannya, mendapatkan penyambutan tarian Baselan dari mahasiswi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Budi Utomo.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved