Berita Malang Hari Ini

Makin Banyak Titik Jalan Rusak di Sepanjang Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang

Ada di satu titik itu sampai dianggarkan Rp 6,5 miliar seperti di Sawojajar. Semoga dengan adanya master plan yang telah disusun bisa menjadi solusi.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
benni indo
Salah satu ruas jalan yang rusak di Jl Ki Ageng Gribig, Kota Malang. Pengendara harus berhati-hati karena kerusakan jalan seperti ini banyak muncul. 

Ada di satu titik itu sampai dianggarkan Rp 6,5 miliar seperti di Sawojajar. Semoga dengan adanya master plan yang telah disusun bisa menjadi solusi.

SURYAMALANG.COM, MALANG – Jalan rusak di kawasan Jl Ki Ageng Gribig, Kota Malang ke arah selatan semakin banyak. Di sepanjang jalan tersebut, banyak lubang yang kedalamannya bervariasi antara sekitar 3 cm hingga 7 cm.

Pantauan SuryaMalang di sepanjang titik kawasan tersebut, jalan rusak tersebut telah mengakibatkan kemacetan karena pengendara mengurangi kecepatannya. Kondisi kemacetan semakin parah ketika jam pulang kerja.

Di beberapa titik, jalan berlubang ada yang tergenang air sehingga kedalamannya tidak terlihat. Pengendara harus berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut. Ada beberapa pengendara yang terjebak di lubang.

Kondisi kerusakan jalan tersebut harus segera diperbaiki agar pengendara merasa aman dan nyaman. Terutama bagi mereka yang jarang melintasi kawasan tersebut.

Dalam APBD 2023, pagu anggaran di Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman mencapai Rp 422.465.326.528. Pasca rapat paripurna pengesahan APBD 2023 di DPRD Kota Malang, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan Pemkot Batu memfokuskan perbaikan jalan pada 2023 mendatang.

Bahkan, rencana renovasi tiga jembatan dikoreksi menjadi satu jembatan. Hal itu dilakukan agar prioritas perbaikan jalan bisa dilakukan.

“Fokus kami masih infrastruktur karena jalan di Kota Malang banyak yang perlu pembenahan. Kemarin kan butuhnya pada 2023 kurang lebih untuk jalan mulus semua Rp 250-an miliar. Kami cicil dengan APBD perubahan di 2022 lalu kami teruskan di APBD 2023,” terangnya.

Selain memperbaiki jalan, Pemkot Malang juga akan memperbaiki persoalan banjir. Air menjadi salah satu faktor kuat rusaknya jalanan di Kota Malang.

“Selain jalan, juga banjir. Ada di satu titik itu sampai dianggarkan Rp 6,5 miliar seperti di Sawojajar. Semoga dengan adanya master plan yang telah disusun bisa menjadi solusi,” paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto beberapa waktu lalu menyatakan jalan rusak di daerah Ki Ageng Gribig kemungkinan besar terjadi karena banyak kendaraan besar yang lewat.

Jalan rusak bukan semata-mata karena air. Ia juga mengatakan bahwa penanganan jalan rusak bisa menjadi kewenangan Pemkot Malang atau Pemprov Jatim.

"Kalau memang tidak membutuhkan biaya yang besar segera akan kami tangani, sejauh itu menjadi kewenangan Pemkot Malang. Jadi kalau misalnya seperti jalan Borobudur, Jalan Soekarno-Hatta sampai Tlogomas itu jalan provinsi, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Dikatakan Dandung, ada tim yang secara rutin melakukan penanganan jalan rusak. Petugas melakukan pengecekan terlebih dahulu bila ada laporan jalan rusak dari masyarakat atau pihak lainnya.

Kemudian, penanganan jalan rusak dilakukan saat malam hari untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas dan dengan catatan tidak hujan. Dandung mengungkapkan, pihaknya bisa melakukan penanganan jalan rusak antara empat hingga lima titik lokasi setiap harinya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved