Berita Malang Hari Ini

Wali Kota Malang: Sebagian Besar Korban Perundungan Tak Mau Membicarakan yang Terjadi Padanya

Hari Guru Nasional diisi kegiatan webinar pendidikan anti perundungan yang diadakan PGRI Kota Malang di hall SMKN 4, Senin (28/11/2022).

suryamalang/sylvi
Kegiatan webinar pendidikan anti perundungan dalam rangka Hari Guru Nasional yang diadakan PGRI Kota Malang bertempat di aula SMKN 4 Kota Malang, Senin (28/11/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Hari Guru Nasional diisi kegiatan webinar pendidikan anti perundungan yang diadakan PGRI Kota Malang di hall SMKN 4, Senin (28/11/2022).

Narasumber kegiatan itu adalah Wali Kota Malang Sutiaji.

"Walaupun saat ini ada  penurunan kasus di Kota Malang, namun kita tetap perlu waspada," kata Sutiaji pada wartawan usai acara. 

Sebab perundungan tak hanya oleh siswa ke siswa, tetapi bisa jadi siswa oleh guru atau sebaliknya.

"Jadi perlakuan perundungan harus kita perangi," paparnya.

Ia menyatakan, sebagian besar korban perundungan sebanyak 58 persen tak mau membicarakan apa yang terjadi padanya. Karena itu, orangtua dan guru harus menjaga komunikasinya.

"Walaupun perundungan kadang dimulai dari gurauan. Namun komitmen kami seiring Malang menjadi  kota layak anak, itu tidak boleh terjadi. Saya sampaikan pada guru dan siswa supaya jangan sampai ada diskriminasi karena bisa dicontoh," papar Sutiaji.

Menurut dia, perundungan tak hanya di lembaga pendidikan formal tapi juga informal seperti di ponpes.

Ia juga menyarankan adanya MOS (Masa Orientasi Sekolah) tak hanya bagi siswa tapi juga orangtua. Sehingga komitmen sekolah dan guru juga sampai ke orangtua. Sehingga perlu penguatan komunikasi dan pengawasan.

Sebab traumatisnya luar biasa.

Dikatakan, jika terjadi kasus perundungan, implikasi hukumnya juga ada karena juga ada UU-nya.

"Kejahatan in luar biasa karena lebih kejam dari pembunuhan. Misalkan guru bilang goblok ke siswa.  Atau orangtua mengatakan goblok pada anaknya," katanya.

Dikatakan, pada 2023, tantangan digitalisasi luar biasa. Maka perlu penguatan literasi.

"Anak-anak berikan terus edukasi. Guru juga demikian. Guru lakukan saring sebelum sharing. Isi ruang digital secara positif," saran Sutiaji.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved