Berita Surabaya Hari Ini

Perintah Wali Kota Surabaya, Pasien Antre 7 Menit di Puskesmas Harus Dapat Obat

PERINTAH WALI KOTA SURABAYA: Di rumah sakit, pengambilan obat racikan maksimal 30 menit dan obat jadi bukan racikan maksimal 15 menit.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yuli A
bobby c koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Sidotopo, Surabaya. 

PERINTAH WALI KOTA SURABAYA: Di rumah sakit, pengambilan obat racikan maksimal 30 menit dan obat jadi bukan racikan maksimal 15 menit.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh pelayanan kesehatan berjalan optimal, termasuk di Puskesmas. Waktu antrean harus dipangkas sehingga pasien cepat mendapatkan penanganan hingga obat yang dibutuhkan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Sidotopo di Jalan Pegirian, Kecamatan Semampir pekan ini. Sidak ini menindaklanjuti sidak di pekan sebelumnya di Puskesmas yang sama.

Dari hasil sidak saat ini, Wali Kota menyebut ada sejumlah peningkatan pelayanan. Terutama, di poli atau rawat jalan dan antrean mengambil obat.

Pelayanan di Poli Umum semakin cepat karena ada dua dokter yang melayani (dari sebelumnya satu dokter). Kemudian, pengambilan obatnya juga semakin cepat.

Obat anak-anak yang racikan waktunya sekitar 15 menit, sedangkan obat untuk orang dewasa sekitar 5-7 menit. "Ini waktu yang ideal. Lama mengantre obat tanpa racikan maksimal 5-7 menit," katanya.

Pada sidak sebelumnya di Puskesmas tersebut, Wali Kota sempat "menyemprot" beberapa petugas kesehatan. Ini setelah Cak Eri mendapatkan keluhan pasien soal lamanya mengantre.

"Sebelumnya ketika saya ke sini, tempat ini nggak karu-karuan. Sampai saya bilang waktu itu, besok (pasien) bawa karpet dan rantang kema di sini saja, karena antriannya terlalu lama dan banyak yang antre," katanya.

"Setelah saya beri waktu seminggu untuk berubah, ternyata saat ini sudah berubah total. Maka saya ingin memberikan reward (hadiah)," katanya.

Selain soal percepatan pelayanan, ia juga menekankan kenyamanan ruangan. Di tiap ruang tunggu pasien, Puskesmas harus menyediakan tempat yang lapang beserta pendingin ruangan.

"Ruang tunggunya bisa semakin lebar dan nanti akan kita pasang AC. Sehingga, yang sudah mau masuk (pelayanan), mereka bisa lebih nyaman,” katanya.

Tanpa harus menunggu agenda sidaknya, ia menginstruksikan Puskesmas lain untuk meniru pola pelayanan di Puskesmas Sidotopo. Sehingga, seluruh pelayanan kesehatan di Surabaya bisa cepat, akurat, dan nyaman.

Untuk memastikan hal itu, Wali Kota tak segan kembali sidak. Hasil sidak tersebut akan diunggah ke media sosial agar mendapatkan penilaian sekaligus pengawasan bersama masyarakat.

Sehingga, acara sidak tak sekadar membuat konten semata. “Jadi, setelah saya sidak, saya masukkan ke Instagram karena saya ingin tahu komentarnya (masyarakat) untuk bisa memperbaiki di semua lini," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved