Breaking News:

Berita Lumajang Hari Ini

Polisi Lumajang Membiarkan Para Penyeleweng 10 Ton Pupuk Bersubsidi

SETAN-SETAN DESA - Para penyalur pupuk bersubsidi tergoda menjual lebih mahal kepada kaum tani lain, padahal menjadi jatah kaum tani yang terdaftar.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yuli A
tony hermawan
SETAN-SETAN DESA - Kuota pupuk bersubsidi sangat tidak berimbang dibanding kebutuhan kaum tani. Akibatnya, para penyalur pupuk bersubsidi tergoda menjual lebih mahal kepada kaum tani lain, padahal seharusnya menjadi jatah kaum tani yang terdaftar.  Penyelewengan pun terjadi di mana-mana.  

SETAN-SETAN DESA - Kuota pupuk bersubsidi sangat tidak berimbang dibanding kebutuhan kaum tani. Akibatnya, para penyalur pupuk bersubsidi tergoda menjual lebih mahal kepada kaum tani lain, padahal seharusnya menjadi jatah kaum tani yang terdaftar.  Penyelewengan pun terjadi di mana-mana. 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Polres Lumajang menyita 10 ton pupuk bersubsidi tetapi anehnya tidak ada orang yang diringkus. Padahal identitas para pelaku sangat jelas. 

Awalnya, tim penyidik menyita 10 ton pupuk Phonska dari Nailul Murtadho (30), sopir asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Selama beberapa bulan terakhir, polisi menerima banyak pengaduan dari kaum tani perihal langkanya stok pupuk bersubsidi.

Nah, ada informan yang melaporkan bahwa sebagian jatah pupuk subsidi dijual ke luar Lumajang.

Laporan tersebut akhirnya ditindaklanjuti.

Kios-kios pupuk se-Kabupaten Lumajang diintai. Salah satunya kios pupuk di Desa Karanganom Kecamatan Pasrujambe.

Kios itu dicurigai sebab sering terlihat aktivitas bongkar muat pupuk dari truk Isuzu Elf warna putih dengan nomor polisi L 8223 UV.

Pada 20 November 2022, polisi melihat pupuk subsidi 50 kilogram yang dikemas dalam karung ditata menjulang  tinggi di bak belakang truk.

Polisi semula membiarkan aktivitas bongkar muat berlangsung. Selanjutnya, kendaraan tersebut dipepet ketika melaju di kawasan Kecamatan Kedungjajang.

Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, polisi saat itu langsung memeriksa sopir bernama Nailul.

Nailul terlihat grogi saat diperiksa identitas dan muatannya. Akhirnya, Nailul mengaku mendapat pupuk subsidi tersebut dari kios milik Edy Siswanto di Desa Karanganom Kecamatan Pasrujambe.

"Menurut keterangan sopir, mendapatkan pupuk itu dari Edy. Barang itu akan dikirim ke Mojokerto," kata AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

Polisi akhirnya menyita truk dan seluruh pupuk. Kemudian polisi melanjutkan penggerebekan di rumah Edy. Nah, ketika Edy diinterogasi mengaku bisa mendapat kiriman banyak pupuk subsidi lantaran bekerjasama dengan Luluk Pristiowati, warga Desa Jatigono Kecamatan Kunir.

"Luluk ini ternyata memiliki tiga kios pupuk. Satu kios atas nama Sugeng Purnomo, warga Kecamatan Pronojiwo. Kemudian, Imam Muslih, warga Kecamatan Pronojiwo, serta Antoni Bagaskara, warga Kecamatan Candipuro," jelasnya.

Tangkapan pupuk ini banyak mendapat apresiasi dari kalangan petani. Banyak yang berharap dari hasil ungkap ini ke depan tidak ada lagi oknum-oknum yang menyelewengkan pupuk subsidi. 

Akan tetapi, banyak juga yang menduga tangkapan ini tidak bakal membuat para pelaku jera. Sebab, dalam kasus tersebut tidak ada orang yang ditahan. Sementara itu Dewa menurutkan, tidak ada orang yang diringkus karena kasus ini masih dalam status penyelidikan.

"Sekarang masih dalam penyelidikan, jika semua bukti sudah kami kantongi, para yang bersangkutan ini akan kita tetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved