Berita Malang Hari Ini

Tak Punya Generasi Penerus, Pengrajin Gerabah di Sentra Industri Gerabah Penanggungan Terancam Punah

Sentra Industri Gerabah Penanggungan terancam punah, tidak ada generasi muda yang mau belajar membuat gerabah

Suryamalang.com/Septyana Cahyani Eka Saputri
Suhartoko Ketua Kelompok Sentra Industri Penanggungan , Selasa (29/11/2022), pagi. 

SURYAMALANG.COM|MALANG –  Sentra Industri Gerabah Penanggungan tampak terlihat sepi. Tidak ada aktivitas warga yang memproduksi gerabah. Selasa, (29/11/2022), pagi.

Hanya ada beberapa warga dan kendaraan sepeda motor yang berlalu lalang.

Berlokasi di Jalan Mayjend Panjaitan Gang 19, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ketua Kelompok Kampung Sentra Industri Gerabah Penanggungan Suhartoko (68), merupakan pengrajin sekaligus penjual di Sentra Industri Gerabah Penanggungan.

Ia, adalah generasi ke-4 usaha gerabah milik keluarganya yang diturunkan dari kakek buyutnya.

"Saya mulai belajar teknik pembuatan gerabah itu turun-menurun dimulai dari mbah buyut (orangtua kakeknya) saya," ujar Suhartoko.

Suhartoko menceritakan bahwa sentra industri gerabah penanggungan telah ada sekitar 1960.

"Semua kampung disini, mayoritas pekerjaan warganya membuat gerabah dan sudah ada sekitar tahun 1960. Kalau dulu sangat ramai yang memproduksi gerabah, sekarang sepi. Sepi untuk produksi gerabah dan juga penjualannya," tutur Suhartoko.

Penyebab sepinya produksi gerabah dikarenakan generasi muda tidak ada yang mau belajar dan melestarikan tradisi pembuatan gerabah.

"Permasalahannya ada di generasi muda, mereka tidak ada yang mau belajar pembuatan gerabah. Akhirnya, pembuatan gerabah hanya berhenti di saya saja. Yang sepuh-sepuh ada yang sudah meninggal dan tinggal beberapa saja," ungkapnya.

"Mereka lebih memilih pekerjaan yang lebih praktis seperti penjaga toko atau karyawan kantor. Kalau bekerja membuat gerabah kan proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama," lanjutnya.

Suhartoko menjelaskan, pernah ada pelatihan untuk pembuatan gerabah. Namun, generasi muda yang ada di kampung sentra industri gerabah penanggungan tidak ada yang tertarik.

"Beberapa bulan juga pernah ada enam mahasiswa Universitas Brawijaya yang belajar membuat gerabah sampai bisa. Kalau membuat gerabah harus dari hati dan niatnya. Proses sampai bisa tergantung dari masing-masing individu," lanjutnya.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi oleh Suhartoko adalah sepinya pembeli dan mahalnya biaya produksi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved