Berita Malang Hari Ini

Inovasi FT Universitas Brawijaya Bikin Prototipe Metaverse Kayutangan

Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya mengadakan FGD Metaverse Kayutangan, Rabu (30/11/2022).

suryamalang/sylvi
Pemrakarsa metaverse Kayutanngan Dr Eng Ir Herry Santosa ST MT IPM sedang mencoba alat pada Rabu (30/11/2022) di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya mengadakan FGD Metaverse Kayutangan, Rabu (30/11/2022). Hal ini terkait adanya inovasi itu yang diprakarsai Dr Eng Ir Herry Santosa ST MT IPM. Berbagai pihak diundang termasuk Forkom Pokdawis Kota Malang. Hadir juga  Mark Wong, CEO FX Media Singapore, pengembang metaverse. 


Herry melakukan ujicoba metaverse di acara itu. Di layar yang dipasang, ia sedang melihat gedung PLN Kayutangan/JL Basuki Rachmad lalu mengarah ke toko Avia di seberang PLN. Di layar juga nampak penjual buah-buahan yang biasa dekat Avia. Lalu mengarah ke Hotel Trio yang dulu merupakan bekas kantor polisi. 


"Ini sebenarnya merupakan ide untuk membangun dunia kembar secara digital, yaitu Kayutangan pada dunia sesungguhnya. Harapannya metaverse Kayutangan ini bisa berkolaborasi dengan Pemkot Malang borasi untuk membangun aplikasi ini agar kedepannya mampu dimanfaatkan dalam aplikasi yang bertujuan untuk virtual tourism," papar Herry pada wartawan di sela acara.


Ia berharap bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk mengawal pengelolaan aplikasi ini. Jika dioperasionalkan, nanti bisa berbayar. Ini sebagai suatu wahana komersial baru di dalam dunia digital," jelas Wakil Dekan 3 FT 3 UB ini. Ia menyatakan, untuk FX Media Singapura. Mahasiswa FT UB juga diikutkan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikonversi 20 SKS.


Total ada 16 mahasiswa yang melakukan magang intership dengan pihak FM Media untuk membangun metaverse Kayutangan ini. Ditanya suryamalang.com apakah alat inj nanti dihibahkan ke Pemkot Malang, ia menjawab secara prinsip nanti dibuat kolaborasi.


Sebab inisiasi terkait dengan penelitian atau inovasi ini diharapkan tetap bisa dikembangkan di Universitas Brawijaya terutama Fakultas Teknik. Namun pemerintah bisa kolaborasi pentahelix atau hexahelix. "Sebab ini menjadi kolaborasi yang terus melekat mengawal pengembangan ini secara berkelanjutan," jawabnya.


Maka dalam setiap kolaborasi memiliki peranan yang berbeda. Misalkan dari pihak Pemkot Malang akan membantu mendukung dalam misalkan peraturan-peraturan yang terkait dengan pengembangan metaverse Kayutangan ini. Sebab di dalamnya ada  kepentingannya untuk e commerce dalam dunia usaha.


Seperti UMKM dan segala macam. Sedang dari akademisi akan terus membangun dan mengembangkan prototipe ini. "Saya harap lewat FGD ini bisa mendapat banyak masukan dan tanggapan dari seluruh stakeholder. Sehingga akan semakin sempurna. Dan jika nanti jika diaplikasikan, maka benar-benar memberi kemanfaatan secara luas.


Menurutnya, perkembangan digital sangat cepat. Harapan dia dimungkinkan langsung dipergunakan. "Sekarang kita nyatakan sebagai soft launching. Namun kita butuh satu step lagi adalah kita berkolaborasi dengan keuangan dan perbankan untuk bisa mengaplikasi virtual buying," jawabnya.


Sehingga hal ini bisa dipergunakan oleh masyarakat layaknya sebagai dunia kembarnya Kayutangan dan mereka bisa melakukan transaksi secara langsung. "Satu hal lagi, kami ingin mendapat masukan atau komitmen dari seluruh masyarakat yang ada di koridor Kayutangan. Karena mereka adalah pelaku sesungguhnya yang nanti akan di dunia digital," paparnya. 


Dengan menyentuh pada pengembangan e commerce juga, maka masih perlu kerjasama dengan seluruh pemilik bangunan yang ada di Kayutangan termasuk kampung heritage. Tujuannya agar bisa maju bersama dalam dunia digital. Secara tidak langsung mereka mendapat kemanfaatan secara ekonomi.


Salah satu peserta FGD adalah Ketua Pokdarwis Kayutangan Mila Kurniawati. "Kami dari pokdarwis ya harus ada pendampingan karena dari sisi teknologi juga awam. Harus seperti apa, tahapannya apa? Sehingga yang diinginkan di hari ini bisa terwujud," kata Mila pada wartawan di sela acara. 


Dikatakan, jika dalam metaverse itu masih belum sampai ke dalam kampung Kayutangan Heritage. "Kami jangan dilewati saja. Kalau tidak ada, maka kami yang akan kami usulkan," jelasnya. Sehingga tidak hanya tersentuh pada sisi koridor kayutangan. Namun juga di kampungnya sehingga wisatawan bisa melihat secara keseluruhan. Sylvianita Widyawati

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved