Berita Malang Hari Ini

Ki Demang Soal Prototipe Metaverse Kayutangan: Jadi Inspirasi Calon Wisatawan

Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang hadir sebagai peserta FGD metaverse Kayutangan di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Rabu (30/11/202

suryamalang/sylvi
Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Rabu (30/11/2022). 

SURYAMALANG.COM|MALANG-Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang hadir sebagai peserta FGD metaverse Kayutangan di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Rabu (30/11/2022).

Ia menyatakan inovasi yang ini menarik dan menjadi terobosan jika di aplikasikan nanti. Dalam metaverse ini selain bisa melihat kini juga bisa ke masa lalu.


"Ini salah satu pengembangan platform digital. Dimana ini bisa dijadikan inspirasi mengajak para calon wisatawan untuk berimajinasi pada obyek atau destinasi wisata yang memang dikembangkan untuk itu," jawab Ki Demang pada suryamalang.com, Rabu (30/11/2022). Pemilihan Kayutangan juga strategis.


"Karena merupakan kawasan strategis sosial budaya yang berpeluang untuk jadi kawasan cagar budaya karena belum diterapkan. Jika metaverse mengajak pengunjung melalui model virtualnya, maka mereka akan mencoba memvisualisasikan bangunan-bangunan di Kayutangan yang hari ini sudah beragam," kata pria yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang ini.


Maka, lanjutnya, jika hari ini diajak berpikir mengembangkan bangunan-bangunan kolonial, ini sebagai peluang. Dimana wisatawan bisa dipandu lewat virtual itu. Bagaimana bangunan yg sudah banyak modern, namun bisa kembali ke bangunan kolonial. Di satu sisi, juga akan membantu TACB untuk menetapkan sebagai kawasan cagar budaya. 


"Selama ini Kayutangan belum ditetapkan karena banyak persoalan dan prasyarat yang harus dipenuhi sebagai kawasan cagar budaya. Selain itu, jika bisa ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, maka akan menarik minat kewisataan tentang cagar budaya, sejarah dan heritage. 


"Bicara di koridor Kayutangan memang memberikan banyak inspirasi. Yang perlu digarap adalah di dalam kampungnya. Dimana ada Pokdarwis Kayutangan dan pelakunya adalah masyarakat," kata dia. Masyarakat ini jika dikenalkan pada platform digital, maka akan berdampak melindungi bangunan-bangunan didalam untuk tetap dijaga, dilindungi, dipelihara dan dimanfaatkan.


Sekaligus juga bisa dikembangkan. Ini penting juga untuk pengembanngan wisata berbasis cagar budaya/heritage karena bisa memberikan nilai edukasi bagi masyarakat di dalam. "Maka tinggal bagaimana ini disosialisaikan sehingga masyarakat di dalam terinspirasi dan bisa memanfaatkan kewisataan," jawabnya.


Ia melihat yang baru tersentuh di metaverse baru di koridor Kayutangan. Padahal di dalam banyak rumah-rumah tinggal yang unik dan khas. "Kami sudah mendata 80 rumah yang berpotensi sebagai bangunan kuno untuk kewisataan. Tapi baru dimanfaatkan ada 20. Maka sisanya ada 60 rumah yang belum dimanfaatkan," papar Ki Demang.


Ia berharap metaverse Kayutangan tidak hanya berputar di situ saja. Tapi bisa ke kampung Kudusan, Temenggungan, Kidul Dalem yang sampai saat ini masih banyak bangunan kuno yang masih dijaga dan dimanfaatkan dan dihuni. Tapi tidak tersentuh. "Kalau bicara heritage itu harus bicara keseluruhan. Bukan soal Kayutangan dan koridor. Karena bicara heritage itu ada makna kecagarbudayaan baik fisik dan non fisik," kata dia.


Maka bisa juga ditampilkan warisan budaya tak bendanya. Seperti adat istiadat, tradisi, kuliner. "Selama ini orang memahami heritage dengan bangunan fisik. Keliru itu. Kalau bicara heritage itu ada fisik dan non fisik. Kalau salah satu tidak memenuhi unsur itu, maka bukan heritage," jawab dia. 


Tradisi-tradisi di sekitar Kayutangan sangat menarik. Seperti tradisi medayo atau unjung-unjung saat Lebaran. Bahkan di kawasan Kudusan ada tradisi ngarak kambing sebelum Idul Adha sejak zaman kolonial. Warisan ini  melengkapi heritage Kota Malang.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved