Berita Gresik Hari Ini

Polisi Gresik Buru 2 Tukang Pencak Pengecut: Totok Sugiarto dan Ferdi Firmansyah

TUKANG PENCAK PENGECUT: Totok Sugiarto (31) asal Desa Babad, Kedungadem, Bojonegoro dan Ferdi Firmansyah (21) asal Desa Gadung, Driyorejo, Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yuli A
polres gresik
POLISI MEMBURU 2 TUKANG PENCAK PENGECUT: Totok Sugiarto (31) asal Desa Babad, Kedungadem, Bojonegoro dan Ferdi Firmansyah (21) asal Desa Gadung, Driyorejo, Gresik. 

TUKANG PENCAK PENGECUT: Totok Sugiarto (31) asal Desa Babad, Kedungadem, Bojonegoro dan Ferdi Firmansyah (21) asal Desa Gadung, Driyorejo, Gresik.

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Polisi Gresik sudah mengantongi identitas dua tukang pencak yang kabur usai membunuh pedagang nanas, Eko Bayu Asmoro, asal Desa Sumberejo Kecamatan Malo, Bojonegoro. 

Mereka diminta menyerahkan diri atau terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur. 

Eko Bayu Asmoro tewas dengan kondisi babak belur pada 15 November 2022.

Dia meninggalkan seorang istri di Bojonegoro yang sedang hamil tujuh bulan. 

Kedua buron itu bernama Totok Sugiarto berusia 31 tahun asal Desa Babad Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dan Ferdi Firmansyah berusia 21 tahun asal Desa Gadung Kecamatan Driyorejo, Gresik. 

Mereka ikut menganiaya korban Eko hingga tewas di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik. Sudah dua pekan, kedua pelaku itu kabur karena tahu korban yang dihajarnya dengan beringas sudah tewas. 

"Kami buru kedua pelaku," kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Rabu (30/11/2022). 

Total 14 tukang pencak terlibat pembunuhan sadis ini. 

Ada lima pelaku yang ditangkap. Yakni, AER berusia 33 tahun warga Desa Jejel Kecamatan Ngimbang, Lamongan. DNA masih 19 tahun warga Gadung, Driyorejo. M. Ake berusia 18 tahun warga Perum Griya Kencana Mojosarirejo, Driyorejo, ALS berusia 28 tahun warga Desa Gadung, Driyorejo dan AJP berusia 19 tahun warga Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo.  

Korban yang sehari-hari pedagang buah nanas di atas kendaraan roda tiga, sejauh ini dianiaya tujuh orang. Mereka dalam kondisi mabuk mengajak duel korban yang memakai kaos perguruan silat. 

"Akan kami kembangkan untuk penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini. Lima tersangka dijerat pasal Pasal 170 Ayat (2) dan (3) KUHP. Tentang aksi kekerasan sehingga menyebabkan meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," bebernya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved