Berita Surabaya Hari Ini

Sinyal Jokowi Soal Ciri Fisik Pemimpin Multitafsir, Relawan Ungkap Filosofi Mendalam

Jokowi sempat memberi sinyal jika Prabowo memiliki kerutan di wajah dan rambut putih. 

Tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Direktur Literatur Institut Asran Siara menilai statement Presiden Jokowi dalam acara tersebut bukan hanya menggambarkan relasi Presiden dengan Menteri. Melainkan kedekatan dua tokoh yang memiliki kesamaan pandangan.  

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Seknas Jokowi sebagai unsur relawan Presiden Joko Widodo memandang, ciri fisik pemimpin yang memikirkan rakyat seperti disampaikan sang Presiden akhir pekan lalu mengandung makna filosofi mendalam. 

Namun, mereka menganggap jika ada elite politik yang menafsirkan ciri wajah berkerut dan berambut putih identik dengan figur tertentu sebagai hal yang wajar. 

Seperti diketahui, Jokowi saat memberikan sambutan di acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/11/2022) lalu menyinggung terkait ciri pemimpin yang memikirkan rakyat.

Menurutnya, pemimpin yang memikirkan rakyat terlihat dari kerutan di wajah hingga rambutnya yang memutih. 

Pernyataan ini selama beberapa hari terakhir ramai jadi perbincangan lantaran dikaitkan dengan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Namun, disela kegiatan di Surabaya Selasa (29/11/2022) kemarin, Jokowi sempat memberi sinyal jika Prabowo memiliki kerutan di wajah dan rambut putih. 

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Seknas Jokowi Sapto Raharjanto memaknai pernyataan terkait ciri fisik pemimpin yang memikirkan rakyat itu memang tak mengarah spesifik kepada figur tertentu. 

"Kalau menurut kita maknanya itu dalam sekali. Bahwasanya, Presiden mengatakan figur pemimpin yang benar-benar bekerja dan memihak kepada rakyat itu yang dibutuhkan," katanya saat dihubungi dari Surabaya, Rabu (30/11/2022). 

Sapto menilai banyaknya tafsir di masyarakat mengenai figur yang dimaksud Jokowi itu merupakan hal yang wajar.

Namun, pihaknya berkeyakinan jika maksud utama dari pernyataan Presiden dua periode itu adalah pentingnya memilih pemimpin yang merakyat di Pemilu 2024. 

"Misalnya ada yang menafsirkan terkait figur-figur itu kan persepsi. Termasuk elit politik jika ada yang menafsirkan siapa itu bebas. Tapi, tentu ada filosofi mendalam," ujar Sapto yang sebelumnya menjadi Ketua DPW Seknas Jokowi Jawa Timur. 

Lebih lanjut, Sapto memastikan pihaknya hingga saat ini belum memutuskan mendukung figur untuk Pilpres 2024.

Sebab, relawan bersepakat menunggu komando dari Jokowi siapa yang akan didukung sebagai suksesor Jokowi mendatang. 

"Secara kelembagaan kami belum ada sikap resmi. Kami masih nunggu Pak Jokowi, akan kemana membawa perahu relawan ini. Apa yang dikatakan Pak Jokowi nanti kami akan ikut," ucap Sapto. 

(suryamalang.com/ Yusron Naufal Putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved