Berita Surabaya Hari Ini

Bentrok Antar Gangstar di Surabaya Berpotensi Terjadi Lagi, Provokasi Lewat Media Sosial

GANGSTAR - Kebiasaan Ardan dan teman-temannya sebelum tertangkap sering menantang bentrok geng lain, dengan cara menyebar konten provokasi di medsos.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yuli A
tony hermawan
Ardan (tengah) asal Kecamatan Sukolilo, Surabaya, ketua geng yang menyerang Fatur Rozi, remaja asal Kenjeran dan Reno, satpam perumahan di kawasan Mulyorejo menggunakan senjata celurit. 

GANGSTAR - Kebiasaan Ardan dan teman-temannya sebelum tertangkap sering menantang bentrok geng lain, dengan cara menyebar konten-konten provokasi di media sosial.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pentolan-pentolan gangstar yang baru saja menyerang dua orang di kawasan Surabaya Utara memang sudah tertangkap.

Namun, bukan berarti kota ini sudah bebas dari kelompok remaja yang mencari eksistensi dengan cara brutal. Sebab, ternyata populasi geng semacam ini cukup banyak di Surabaya.

Fenomena ini diungkapkan oleh Ardan (21). Pemuda asal Kecamatan Sukolilo ini bisa dibilang komandan geng yang menyerang Fatur Rozi, remaja asal Kenjeran, dan Reno, satpam perumahan di kawasan Mulyorejo.

Klaimnya kemungkinan besar benar. Sebab, kebiasaan Ardan dan teman-temannya sebelum tertangkap sering menantang bentrok geng lain, dengan cara menyebar konten-konten provokasi di media sosial.

"Jumlahnya nggak karu-karuan. Ada mungkin kalau puluhan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton ElfrinoTrinsanto mengatakan, Surabaya saat ini aman dari teror geng-geng remaja yang kerap menimbulkan kekisruhan.

Menurutnya, biang-biang geng yang doyan kekerasan sudah satu-persatu ditangkap. Sebelum Ardan dkk, November lalu pihaknya juga telah menjebloskan ketua dari geng yang kerap berbuat onar.

"Untuk mengantisipasi (ada lagi) kami akan mengimbau dan patroli untuk memantau setiap pergerakan di Surabaya," ujarnya.

AKBP Anton berpesan kepada masyarakat agar ikut aktif mencegah gangster-gangster kembali eksis.

Masyarakat yang memiliki anak usia remaja diminta untuk cermat mengawasi pola pergaulan zaman sekarang.

Kemudian, ia juga merekomendasikan agar masyarakat tidak segan melapor ke polisi jika melihat aktivitas yang berpotensi berujung pada aksi kejahatan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved