Berita Malang Hari Ini

Butuh Banyak Pertimbangan Sebelum Buka Kedai Teh di Kota Malang

Kedai teh di Kota Malang memang tidak sebanyak kedai kopi. Indie Amami butuh banyak pertimbangan sebelum membuka Bird Tea Gallery.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pelanggan sedang melihat koleksi teh di Bird Tea Gallery, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kedai teh di Kota Malang memang tidak sebanyak kedai kopi.

Indie Amami butuh banyak pertimbangan sebelum membuka Bird Tea Gallery di Jalan Papa Kuning.

Indie menyadari tidak banyak orang yang suka minum teh. Meskipun ada yang suka minum teh, mungkin lebih suka kongko di kedai kopi atau kafe.

Sang suami yang menyarankan Indie membuka kedai teh. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Indie membuka kedai teh bernama Bird Tea Gallery pada Maret 2020.

“Saya coba dulu. Daripada bingung mau buka apa,” kata Indie.

Indie berpikir keras untuk mengajak orang bisa merasakan pengalaman minum teh di kedai teh.

Indie memahami bahwa tidak bisa memaksa orang cinta pada teh. Makanya Indie membuat orang tertarik datang ke kedai dahulu.

Ketika orang sudah datang dan masuk, maka mudah untuk mengedukasi.

“Ada kekurangan dan kelebihan saat menjual sesuatu yang minoritas. Kekurangannya, marketnya masih tersembunyi. Kelebihannya, orang tahu kami yang pertama,” paparnya.

Yunandha Tri Pamungkas (29) juga butuh banyak pertimbangan sebelum membuka Tokioten di Jalan Candi Telaga Wangi nomor 26.

Yunandha mengusung nuansa Jepang karena pernah bekerja sebagai penyelenggara kegiatan bernuansa Jepang.

Sebelum pandemi, Yunandha bersama kawan-kawanya sering menyelenggarakan acara bernuansa Negeri Matahari Terbit tersebut.

“Karena pandemi, semuanya harus tutup. Ketika awalnya kami berhubungan banyak orang, justru sekarang tidak boleh berkerumun. Tiga kegiatan kami dibatalkan,” kata Yunandha.

Yunandha dan teman-temannya berpikir berpikir keras agar bisa bertahan di tengah pandemi. Akhirnya tercetuslah ide membuat kedai teh Tokioten.

Ternyata banyak orang yang menyukai tempat tersebut. Kedai tersebut juga menjadi tempat anak-anak muda berfoto, kemudian diunggah ke media sosial.

“Awalnya memang sekadar coba-coba, tapi ternyata sambutannya bagus,” ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved