Berita Malang Hari Ini

Nongkrong Sambil Nge-Teh Jadi Tren Baru di Kota Malang

Ternyata minum teh menjadi tren baru di Kota Malang. Kedai teh pun menjadi peluang baru untuk mendulang cuan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kedai Tokioten berlokasi di Jalan Candi Telaga Wangi nomor 26 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Popularitas kopi begitu terlihat di Kota Malang. Sangat mudah menemukan kafe atau kedai kopi di berbagai sudut Kota Malang.

Ternyata minum teh menjadi tren baru di Kota Malang. Kedai teh pun menjadi peluang baru untuk mendulang cuan.

Ada beberapa kedai yang khusus menyajikan teh. Misalnya Bird Tea Gallery di Jalan Papa Kuning nomor 1A.

Kedai teh milik Indie Amami ini berdiri sejak tahun 2020.

Awalnya Kedai Bird Tea Gallery hanya menjual satu jenis minuman teh. Lambat laun mulai muncul pilihan menu lain, yaitu cokelat.

Menu cokelat itu ditambahkan karena banyak pengunjung yang bawa anak dan ingin minum cokelat.

Kini ada 60 pilihan jenis teh di Bird Tea Gallery, seperti teh putih (white tea), teh hijau (green tea), teh kuning (yellow tea) Oolong, Kombucha, dan sebagainya.

Ada juga beragam tisane. Tisane adalah seduhan yang berbahan dari bunga, akar, maupun daun.

Dekorasi kafe yang unik dan indah akan membuat pengunjung semakin betah kongko atau nongkrong.

“Saya hanya penikmat teh, beda sekali untuk bisnis. Akhirnya pelan-pelan, learning by doing. Banyak sekali tantangannya dan tidak mudah untuk mengatasinya,” kata Indie.

Tokioten juga bisa menjadi referensi tempat menikmati teh di Kota Malang. Kedai yang berada di Jalan Candi Telaga Wangi nomor 26 ini mengusung nuansa Jepang.

Bagian depan kedai Tikioten dihiasi tulisan Kanji. Pintu didesain bergeser seperti kedai di Jepang.

Orang hanya bisa memesan minuman teh di kedai ini. Tidak ada menu makanan. Menu teh yang disajikan juga khas Jepang, yakni Matcha.

Varian menunya antara lain cold brew black tea, cold brew sencha, Japanese royal milk tea, eral grey latte, sencha lemonade, matcha latte, hojicha latte, jun tea dan tea pot.

Teh di Tokioten diimpor langsung dari Jepang.

“Kami bawakan menu teh karena karakter di Jepang yang lebih autentik adalah teh,” kata Yunandha Tri Pamungkas (29), pemilik Tokioten.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved