TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Aremania akan Kirim Surat ke Presiden Meminta Diskresi pada Tragedi Kanjuruhan

Perwakilan Aremania mendatangi Kejakasaan Negeri Kabupaten Malang untuk menuntut keadilan terkait korban Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (1/12/2022).

SURYAMALANG.COM/Purwanto
ILUSTRASI - Aremania melakukan aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di sepanjang Jl Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur Minggu (27/11/2022). Aremania menuntut percepatan kasus Tragedi Kanjuruhan dan pelanggaran HAM yang sangat berat dan patut di bawa ke Pengadilan HAM Internasional. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Perwakilan Aremania mendatangi Kejakasaan Negeri Kabupaten Malang untuk menuntut keadilan terkait korban Tragedi Kanjuruhan pada Kamis (1/12/2022).

Selain menuntut penegakan hukum yang terang benderang, para Aremania juga menyampaikan akan mengirim surat dalam waktu dekat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia.

"Dalam waktu dekat kami akan bersurat kepada presiden untuk turun tangan terkait tragedi ini," ujar Zulham Akhmad Mubarrok, perwakilan Aremania.

Mereka akan berkirim surat dikarenakan adanya banyak ganjalan dan keterbukaan terkait proses penyelidikan.

Selain itu, Zulham juga meminta presiden untuk memberikan diskresi terhadap tragedi yang menewaskan 135 Aremania selama pertandingan Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.

Perlu diketahui, diskresi merupakan penggunaan wewenang yang tidak selalu sesuai dengan undang-undang yang mengatur kewenangan tersebut.

"Kami butuh presiden untuk memberikan diskresi terhadap kejadian itu. Kami butuh kehadiran negara dalam konteks penegakan hukum negara. Sebab, ini kejadian luar biasa, berbeda dengan kejadian umum," ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua KNPI Kabupaten Malang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, perwakilan Aremania datang ke Kejari untuk menuntut keadilan.

Di mana ada dua tuntutan yang disampaikan ke Kepala Kejari Kabupaten Malang, Diah Yuliastuti yang didampingi oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana.

Tuntutan pertama adalah para Aremania meminta penambahan pasal. Karena pasal yang diterapkan kepada para tersangka dirasa masih kurang.

Tuntutan kedua adalah Aremania meminta adanya penambahan tersangka yang saat ini sudah ditetapkan enam tersangka.(SURYAMALANG.COM, Lu'lu'ul Isnainiyah)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved