Berita Arema Hari Ini

Berita Arema Hari Ini: Aksi Aremania Tolak Hasil Autopsi, Singo Edan Batal Lawan Klub Luar Negeri

Berikut berita Arema hari ini populer Jumat 2 Desember 2022 yang mengulas tentang aksi Aremania tolak hasil Autopsi korban Tragedi Kanjuruhan.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Instagram @aremafcofficial/Kompas.com Suci Rahayu
Aksi Aremania (kanan) dan pemain Arema FC (kiri) dalam Berita Arema Hari Ini 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Arema hari ini populer Jumat 2 Desember 2022 yang mengulas tentang pemain dan pelatih Singo Edan.  

Satu yang menjadi sorotan dalam berita Arema populer tentang aksi Aremania saat hasil Autopsi korban Tragedi Kanjuruhan tak sesuai.

Selain itu juga terdapat tentang laga uji coba Arema FC melawan klub Kuar Negeri juga akan dibahas di berita Arema hari ini populer.

Selengkapnya, simak berita Arema hari ini:

1. Aremania Bereaksi Ketika Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Tak Sebut Unsur Gas Air Mata

Aremania bereaksi ketika kesimpulan hasil autopsi jenazah dua Aremanita korban tragedi Kanjuruhan justru tidak menyebut unsur gas air mata sebagai penyebab kematian.

Tim Gabungan Aremania (TGA) bersama dengan Federasi KontraS, resmi menolak hasil autopsi tersebut.

Selain meragukan hasil autopsi yang kesimpulannya diumumkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jatim dr Nabil Bahasuan pada Rabu (30/11/2022), Aremania juga akan bersikap.

Anggota Tim Hukum Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyatakan perjuangan untuk mencari keadilan Tragedi Kanjuruhan masih terus berjalan.

"Ini sama halnya dengan korban selamat dan korban luka. Hingga saat ini, belum satupun ada yang divisum. Kita semua ingat, ada mata merah, ada sesak nafas, dan ada iritasi kulit. Kalau sekarang baru divisum, ya jelas sudah hilang sesaknya dan mata merahnya," kata Anjar, Kamis (1/12/2022).

"Kita tetap berjuang, masih banyak alternatif lain yang bisa ditempuh. Resume medis kita perjuangkan. Selain itu, pihak rumah sakit jangan mempersulit akses korban mendapat resume medis," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jatim dr Nabil Bahasuan menyatakan kesimpulan dari proses autopsi jenazah Natasya Debi Ramadhani, didapati adanya tanda bekas kekerasan benda tumpul. 

Kemudian, patah tulang pada susunan tulang iga. Dan, terdapat pendarahan dalam kategori jumlah yang banyak. 

Temuan itu, disebut dr Nabil, sebagai penyebab kematian dari korban bernama Natasya Debi Ramadhani.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved