Berita Batu Hari Ini

Wali Kota Batu Akui Angka Penurunan Stunting di Kota Batu Sangat Lamban

Stunting atau gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk di Kota Batu masih perlu menjadi perhatian Pemkot Kota Batu.

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
benni indo/suryamalang.com
Anak-anak Dusun Brau menari bersama dengan mengenakan kostum seperti sapi. Pemkot Batu menaruh perhatian serius terhadap proses tumbuh kembang anak sebagai upaya menurunkan angka stunting. 

SURYAMALANG.COM|BATU - Stunting atau gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk di Kota Batu masih perlu menjadi perhatian Pemkot Kota Batu.

Pasalnya Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menilai, penurunan angka Stunting di Kota Batu sangat pelan.

Meski tiap tahunnya mengalami penurunan, namun secara presentasi sangat lamban.

Dari sejak 2018 hingga 2020 menurun sebanyak 28,33 persen hingga ke 14,83 persen.

Sementara pada  2020 hingga 2022 angka tersebut stagnan berkisar di 14 persen.

“Sampai sekarang penurunannya masing sangat pelan sekali, kami berharap penurunannya bisa sampai dibawah 10 persen, tentu itu tidak mudah,” kata Dewanti kepada Suryamalang.com, Jumat (2/12/2022).

“Harus ada kerjasama dengan para stakeholder, termasuk terutama ibu atau keluarga di anak balita ini. Karena percuma kalau kita membantu dengan bantuan dalam bentuk apapun, ketika orang tuanya itu tidak care apalagi tidak paham cara merawat balita tersebut. Karena waktunya hanya 24 bulan. Itu yang harus kita perhatikan baik-baik,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, memberikan lima rekomendasi untuk langkah kedepannya, yaitu peningkatan, pelaksanaan sosialisasi dan koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), peningkatan komitmen dan koordinasi antar OPD antar konvergensi percepatan penurunan stunting, sinkronisasi data sasaran penanganan penurunan stunting, peningkatan sinkronisasi dan integrasi program antar OPD serta pembuatan Perwali tentang peran desa dalam percepatan penurunan stunting. 

“Penurunan angka stunting bisa terlaksana jika seluruh OPD dan stakeholder bekerjasama secara sinergi untuk mencapai target 8,5 persen. Kami telah melakukan evaluasi dengan data yang real dan menyamakan visi untuk mendapatkan solusi agar dapat menurunkan angka stunting,” jelas Punjul.(myu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved