Berita Malang Hari Ini

Rumitnya Urusan Lahan Rumah Cuci Mobil di Madyopuro, Duit Rakyat Rp 1 Miliar untuk Administrasi Saja

Pemkot Malang menyiagakan anggaran Rp 1 miliar untuk proses administrasi menyelesaikan permasalahan lahan rumah cuci mobil di Jl Ki Ageng Gribig

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Foto Dok. Rumah untuk cuci mobil yang masih beroperasi di tengah Jl Ki Ageng Gribig kota Malang yang jadi akses pintu tol di Madyopuro. Pembebasan lahan rumah ini masih rumit 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang akan memulai lagi langkah penyelesaian pembebasan lahan rumah cuci mobil di Jl Ki Ageng Gribig yang lokasinya berada di dekat pintu keluar tol Madyopuro.

Berdasarkan keterangan yang tercantum di APBD Kota Malang 2023, Pemkot Malang menyiagakan anggaran Rp 1 miliar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan menyatakan, banyak biaya yang dibutuhkan untuk mengurus administrasi.

Pasalnya, Pemkot Malang harus memulai dari awal lagi upaya ganti rugi lahan yang saat ini masih menjadi tempat cucian mobil itu.

"Anggaran ini untuk mengulang kembali proses penilaian harga tanah. Anggaran ini bukan untuk membayarkan pembebesan lahan. Kami masih perlu mengulang lagi proses menentukan nilai atau appraisal,” jelas Subkhan.

Pemkot Malang akan kembali melakukan proses penialian harga tanah dengan menunjuk appraisal baru pada 2023.

Setelah harga tanah yang akan dibebaskan diketahui berdasarkan perhitungan, maka akan menghubungi pemilik lahan.

“Baru nanti tim hukum kami dan kuasa hukum pemilik lahan akan komunikasi lagi. Prosesnya sama, seperti sebelumnya jika tidak menerima, ya kami titipkan. Konsinyasi dan sebagainya,” tegas Subkhan.

Wali Kota Malang Sutiaji juga pernah menyampaikan bahwa Pemkot Malang akan mengulang proses penilaian harga untuk pembebasan lahan di depan pintu keluar Tol Madyopuro itu.

Sebelumnya, terdapat indikator penilaian yang tidak sesuai dengan ketentuan sehingga proses penilaian harus dilakukan ulang.

Seperti diketahui, sebuah rumah yang berada di Jl Ki Ageng Gribig belum dibebaskan dari proyek besar pekerjaan tol.

Bangunan tersebut menjadi satu-satunya rumah yang belum dibebaskan sejak pembangunan Tol Pandaan-Malang dilakukan.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyatakan agar Pemkot Malang segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Pasalnya, banyak keluhan tentang kemacetan dari pengguna jalan.

Hingga saat ini, usaha cuci kendaraan di rumah tersebut masih berlangsung.  

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved