TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Aremania Gencar Bikin Aksi Malang Black Sunday sebagai Upaya Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Aremania Gencar Bikin Aksi Malang Black Sunday sebagai Upaya Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Aremania gelar aksi usut tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan di pertigaan Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Minggu (4/12/2022). 

SURYAMALANG.COM - Aremania kembali melakukan aksi turun ke jalan sebagai gerakan usut tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Kali ini, Aremania menggelar aksi di pertigaan Jalan Ciliwung, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (4/12/2022).

Dari pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, sejak pukul 11.00 WIB, Aremania dari wilayah Bunul, Hamid Rusdi, Glintung, Pandanwangi, Samaan, hingga Sulfat telah berkumpul di pertigaan Jalan Ciliwung.

Setelah itu, mereka berjalan longmarch sambil membawa spanduk, poster hingga keranda menuju pertigaan Jalan Letjen Sutoyo, tepatnya di depan Hotel Savana Kota Malang.

Tepat di pertigaan Jalan Letjen Sutoyo, mereka melakukan orasi hingga memanjatkan doa bersama untuk para korban Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Salah satu perwakilan Aremania, Ahmad Shodiq mengatakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi turun ke jalan tersebut.

Yaitu yang pertama, tangkap para penembak gas air mata dan perwira tinggi yang bertanggung jawab penuh atas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Seperti diketahui, dalam tragedi selepas Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya itu, tercatat 135 orang meninggal dunia.

Lalu yang kedua, adanya penambahan pasal seperti pasal pembunuhan (338 dan 340 KUHP).

Dan yang ketiga, menjadikan Tragedi Stadion Kanjuruhan sebagai pelanggaran HAM berat.

"Ini terencana, kita lihat bagaimana gas air mata itu ditembakkan ke area tribun."

"Dan kami juga tidak menyangka, banyak Aremania dari berbagai wilayah ikut di aksi kita ini."

"Tapi memang ini masalah bukan hanya di Malang saja, kita kawal semua," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (4/12/2022).

Dirinya juga mengungkapkan, sebelum keadilan korban-korban Tragedi Stadion Kanjuruhan terpenuhi dan tuntutan-tuntutan Aremania belum direalisasikan, mereka akan terus turun ke jalan setiap minggunya dengan agenda besar Malang Black Sunday.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved