Berita Malang Hari Ini

Berkat Jarik Ma'Siti, SMPN 10 Malang Raih Top Inovasi Terpuji Jatim 2022

Pembelajaran Jarik Ma'siti (Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa yang diselenggarakan di SMPN 10 Kota Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
humas
Pembelajaran Jarik Ma'siti (Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa yang diselenggarakan di SMPN 10 Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG-Lewat inovasi Jarik Ma'Siti, SMPN 10 Kota Malang meraih Top Inovasi Terpuji Jawa Timur 2022 lewat Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2022. Pengumuman juara diadakan pada Senin (5/12/2022). Jarik Ma'Siti, akronim dari Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa.


Ini sebagai terobosan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan di sekolah reguler. "Penetapan dilakukan setelah melalui berbagai, mulai seleksi administrasi, proposal, kemudian presentasi dan verifikasi lapangan," terang Dr  Ramliyanto ST MP, Kabiro Organisasi Provinsi Jatim lewat youtube.


Menurutnya, apresiasi ini dipandang sebagai sebuah angin segar sebagai upaya menjawab persoalan implementasi pendidikan inklusif yang seringkali menghadapi tantangan pemahaman dan kesadaran orangtua. Serta gap ketersediaan guru GPK (Guru Pembantu Khusus) dan sarana penunjang serta metode skrining dan ajar yang implementatif di sekolah reguler. 


Syahroni, Kepala SMPN 10  menyatakan bahwa inovasi itu dilatarbelakangi temuan banyaknya siswa berkebutuhan khusus yang masuk melalui jalur reguler dan mengalami kesulitan saat mengikuti pembelajaran. "Kami merintis di tahun 2019. Ternyata setelah kami lakukan skrining, banyak sekali anak-anak kita yang mengalami hambatan," kata dia. 


Maka timbul niat dari sekolah bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus ini atau anak istimewa ini bisa menerima pelajaran dan mengasah potensinya. Sekolah menggunakan sejumlah metode yang adaptif seperti pembelajaran menggunakan gambar dan aktivitas. 


Dikatakan, Jarik Ma'Siti dalam tiga tahun implementasinya telah menyentuh ratusan siswa istimewa di SMPN 10 Kota Malang. Replikasi pun saat ini tengah dikembangkan di sejumlah sekolah lain.


" Jarik Ma'Siti,  Alhamdulillah sangat baik progresnya.  Maka kami pun saat ini dalam proses menyiapkan perwal pendidikan inklusi yang core nya banyak diambil dari pembelajaran di SMP 10," tambah Suwarjana, Kadisdikbud Kota Malang.


Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat regulasi replikasinya. Wali Kota Malang Sutiaji juga mengapresiasi capaian ini. Ia juga minta bahwa agar Jarik Ma'siti terus dikembangkan dan dievaluasi. Sebab ini sebagai upaya dari Kota Malang untuk mewujudkan pendidikan yang makin setara untuk anak-anak. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved