Berita Malang Hari Ini

Bisnis Furniture Belum Bangkit di Kelurahan Tunjungsekar dan Purwodadi, Malang

Sentra Industri Mebel Kemirahan Tunjungsekar, kota Malang berubah status menjadi toko mebel yang dikelola oleh perorangan.

Editor: Yuli A
Septyana Cahyani Eka Saputri
Produk furniture di Toko Mebel SKK, Selasa (6/12/2022). 

Reporter: Septyana Cahyani Eka Saputri


SURYAMALANG.COM, MALANG – Sentra Industri Mebel Kemirahan Tunjungsekar, kota Malang berubah status menjadi toko mebel yang dikelola oleh perorangan.

Hal ini terlihat jelas tidak ada lagi aktivitas perajin mebel yang mengelola bahan mentah menjadi bahan jadi. Selasa, (6/12/2022).


Kini, kenangan itu hanya tinggal nama.

Menurut Hamdan (52), pemilik toko mebel SKK dari Kelurahan Purwodadi, bahwa pengrajin di sentra industri mebel Tunjungsekar telah berpindah ke daerah Pasuruan dikarenakan tidak ada lagi perhatian dari pemerintah dan tidak ada generasi yang meneruskan usaha keluarganya.


Hamdan menerangkan, penjualan mebel saat ini sedang mengalami penurunan.


"Mebel kebutuhan sekunder. Orang-orang lebih mementingkan kebutuhan makan sehari-hari dan kebutuhan biaya sekolah anaknya dibandingkan membeli mebel," tuturnya.


Sementara itu, menurut Rani pemiliki toko mebel Jati Bersama mengatakan, penurunan penjualan saat ini sangat drastis. Penurunan penjualan berawal dari masa pandemi hingga sekarang. 


"Kita masih melayani pesanan dari cafe-cafe saja. Untuk instansi sangat menurun," tutur Rani.


Hal ini juga dirasakan oleh Anwari (30), ia merupakan seorang pekerja dari toko mebel Ar-Rohmah Kelurahan Tunjungsekar. 


Selama 10 tahun bekerja, Anwari merasakan penurunan penjualan sejak 2 tahun terakhir.


"Untuk penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya itu karena covid-19, meskipun covid-19 sudah tidak ada tetapi imbasnya pada penjualan belum mengalami peningkatan. Mebel juga tidak terlalu dibutuhkan oleh orang," tuturnya.


"Kalau dalam seminggu ini yang terjual hanya kursi berjumlah 2 barang. Tahun-tahun sebelumnya bisa setiap hari ada pembeli yang datang memesan barang," lanjut Anwari.


Toko mebel Ar-Rohmah mendapatkan bahan dari Pasuruan. Di toko ini, Anwari hanya melakukan proses finishing saja.


Basuki seorang pekerja dari toko mebel Srikandi Kelurahan Tunjungsari mengatakan, penjualan mengalami sepi pembeli sejak 6 bulan yang lalu.


"Tahun kemarin pesanan barang sangat ramai. Tetapi, tahun ini sepi. Ini kan kebutuhan sekunder, dan orang tidak terlalu butuh," tuturnya.


"Semua toko mebel yang ada disini membeli produk setengah jadi yang terbuat dari kayu jati dari Pasuruan. Disini mereka hanya melakukan proses finishing saja," lanjutnya Basuki. (Sep).

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved