Berita Malang Hari Ini

Kuatkan 150 UMKM, PT Sriboga Flour Mill Kolaborasi dengan FTP Universitas Brawijaya

Lebih dari 150 UMKM berbasis terigu di Malang Raya dan kota lainnya mengikuti kegiatan "Sharing Bisnis UMKM" bertempat di aula Fakultas Teknologi Pert

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Lebih dari 150 UMKM berbasis terigu di Malang Raya dan kota lainnya mengikuti kegiatan "Sharing Bisnis UMKM" bertempat di aula Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Rabu (7/12/2022). Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Sriboga Flour Mill, prudusen tepung terigu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Lebih dari 150 UMKM berbasis terigu di Malang Raya dan kota lainnya mengikuti kegiatan "Sharing Bisnis UMKM" bertempat di aula Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Rabu (7/12/2022). Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Sriboga Flour Mill, prudusen tepung terigu.


Panca Indria Pristiawan, Manager Service & Empowerment PT Sriboga Flour Mill menjelaskan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan dan pemberdayaan UMKM. "Kami menggandeng narasumber yang kompeten dari FTP. Mereka mengangkat tema tentang manajemen keuangan UMKM dan model bisnis dan pengembangannya," jelas Panca pada wartawan. 


Dari timnya mengangkat tentang SDM dan mengadakan demo baking antara lain tentang inovasi roti manis. Menurutnya, menguatkan UMKM sudah menjadi komitmen dari perusahaan. Apalagi 50 persen pangsa pasar produsen terigu dari Semarang ini adalah UMKM. "Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan ke kampus-kampus lainnya," jawab Panca. 


Dengan kegiatan ini, pelaku UMKM tak hanya membuat makanan tapi menambah kemajuan bagi dirinya. Misalkan jadi lebih paham mangatur keuangan usaha, paham pajak dll. "Meski untuk UMKM dengan omzet dibawah Rp 500 juta tidak dikenakan pajak. Tapi setidaknya jadi paham," kata pria ini. 


Sementara Dr Widya Dwi Rukmi Putri STP MP, Ketua Departemen Ilmu Pangan dan Teknologi FTP UB menambahkan jika pihaknya juga memiliki keperdulian pada UMKM. "Banyak pihak yang kerjasama untuk menggarap UMKM. Mereka kami beri pelatihan olahan pangan," kata Widya. 


Namun memang ada hasil olahan pangan yang tidak bisa digantikan oleh terigu seperti produk bakery. Jika tidak pakai terigu tidak mengembang. Namun bisa dikombinasikan dengan bahan lokal lainnya. Terigu berbahan dasar gandum yang produknya dari luar negeri. Saat perang Rusia-Ukraina memberi dampak sehingga terjadi kenaikkan harga tepung terigu di dalam negeri.


Sementara itu, topik “Pengelolaan SDM” dibawakan oleh Irfan Wahyudi, penggiat UMKM, Owner Bakpia 701 dan Direktur PT UDSR. Sedang topik “Manajamen 
Keuangan UMKM” dibawakan Wendra Gandhatyasri R STP MP, dosen UB dan topik  “Model Bisnis dan Pengembangannya” dibawakan oleh Tunjung Mahatmanto PhD dosen UB. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved