Berita Batu Hari Ini

Polemik Bongkaran Pasar Besar Kota Batu, Pemkot Lunasi Utang pada 2023

Pemkot Batu segera melunasi utang akibat hilangnya barang milik pemenang lelang pembongkaran Pasar Besar Kota Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Proses pembongkaran Pasar Besar Kota Batu oleh pemenang lelang beberapa waktu lalu. Pembongkaran ini menyisakan persoalan karena sejumlah aset yang menjadi hak milik pemenang lelang hilang. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemkot Batu segera melunasi utang akibat hilangnya barang milik pemenang lelang pembongkaran Pasar Besar Kota Batu.

Kepala UPT Pasar, Agus Suyadi memperkirakan Pemkot akan melunasi utang tersebut pada 2023.

"Kami sudah bertemu dengan perwakilan pemberi somasi sekaligus pemenang lelang bongkahan waktu itu. Kami menjelaskan mekanisme pelunasan," kata Agus kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (7/12/2022).

Pemkot harus melaporkan terkait utang tersebut kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selanjutnya, BPK akan mengecek nilai barang. Pemkot akan menggunakan hasil penilaian itu untuk pelunasan pada tahun anggaran 2023.

"Kami belum bisa jawab rentang waktunya. Kami harus melewati prosesnya satu per satu," ungkapnya.

Pemenang lelang bongkaran revitalisasi pasar, Zubaidi mengaku telah mendapat penjelasan mekanisme pembayaran utang tersebut dari Pemkot. Pihaknya juga telah bertemu dengan perwakilan Pemkot.

"Kami sudah mendapat penjelasan soal kerugiannya. Pemkot janji akan melunasi utang dalam waktu setahun," kata Zubaidi.

Menurutnya, rincian kerugian yang harus dikembalikan oleh Pemkot adalah 19 pintu gulun atau rolling door seharga Rp 2,5 juta per unit, delapan kusen almunium seharga Rp 2 juta per unit, dan lima atap seng dan kontruksinya seharga Rp 3 juta per unit.

"Bila ditotal, rolling door seharga Rp 47,5 juta, kusen alumunium seharga Rp 16 juta, atap kios dan konstruksinya seharga Rp 15 juta. Total keseluruhan sebesar Rp 78,5 juta," ujarnya.

Zubaidi lega sekaligus kecewa setelah mendapat kabar kepastian pelunasan utang tersebut.

"Setelah menunggu setahun, akhirnya Pemkot baru merespon setelah kami melayangkan somasi," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved