Berita Malang Hari Ini

Pria Jakarta Sikat Honda Jazz Teman di Malang, Modus Suruh Tarik Uang di ATM

YS merupakan warga Cakung, Jakarta Timur. Ia diamankan saat berada di wilayah Poncokusumo, kabupaten Malang.

Editor: Yuli A
Lu'lu'ul Isnainiyah
YS merupakan warga Cakung, Jakarta Timur. Ia diamankan saat berada di wilayah Poncokusumo. kabupaten Malang, Rabu (7/12/2022). 

Reporter: Lu'lu'ul Isnainiyah

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pria paruh baya berinisial YS (49) diamankan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pakis karena kasus penggelapan mobil.


YS merupakan warga Cakung, Jakarta Timur. Ia diamankan saat berada di wilayah Poncokusumo. kabupaten Malang, Rabu (7/12/2022).


"Alamat asal pelaku di Cakung, Jakarta Timur. Namun berpindah-pindah, hingga kita temukan keberadaannya di Poncokusumo, Rabu (7/12) jam 01.30 WIB," ujar Kasihumas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik. 


Taufik menceritakan awal mula YS diamankan dari laporan korban, AM (49) warga Desa Sumbersoko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.


Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 28 November 2022. Menurut keterangan korban, awalnya AM dan YS yang sebelumnya sudah saling kenal berkendara menggunakan mobil Honda Jazz milik AM, dengan posisi YS di kursi pengemudi. 


Tak lama kemudian di tengah jalan YS menyuruh AM turun ke minimarket dengan alasan minta tolong diambilkan uang di mesin ATM. 


"Tanpa curiga, AM kemudian turun dan membawa kartu ATM yang diberikan YS kemudian masuk ke dalam minimarket yang terdapat mesin ATM. Namun ternyata saldo kartu ATM yang diberikan kosong," terangnya, Kamis (8/12/2022).


Saat AM kembali menuju kendaraan,  ternyata YS sudah kabur membawa lari mobil miliknya beserta tas yang berisi dompet, STNK, dan BPKB.


Dari adanya laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumah kontrakan alamat Dusun Baran, Desa Karangnongko, Poncokusumo, Kabupaten Malang.


Atas perbuatannya, YS ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan di Polsek Pakis. 


Ia dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.(isn)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved