Berita Malang Hari Ini

Seniman dan Budayawan Jatim Mutlak Perlu Merambah Dunia Digital

"Ada YouTube, Instagram dan banyak lainnya. Di sana juga banyak anak-anak muda kreatif. Pesan seni dan budaya tradisi bisa disalurkan di sana," ujarny

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bersama Soekarwo, Gubernur Jawa Timur memukul gong dalam pementasan Ketoprak berjudul Babad Singosari di Pendapa Kabupaten Malang, Jumat (2/9/2016). Pementasan yang bercerita tentang Kerajaan Singosari ini merupakan pembukaan Pekan Budaya Indonesia yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 1-4 September 2016 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarna Hatta Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membutuhkan masukan dari para seniman dan budayawan tradisi dalam menjawab problematika transformasi budaya. Masukan tersebut sangat penting sebagai referensi penyusunan kebijakan.


Plt Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dwi Supranto menyatakan, peristiwa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajar berharga bagi pegiat seni dan kebudayaan. Pasalnya, pandemi mengakibatkan terbatasnya ruang gerak dan kumpul. 


"Padahal seniman dan budayawan butuh ruang untuk mengekspresikan karya mereka. Dua tahun pandemi membuat kami menyadari perlu adanya kebijakan yang sesuai dengan kondisi terkini," ujarnya.


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan Saresehan Seniman Tradisi Jawa Timur 2022 di Kota Malang selama dua hari, sejak Sabtu (10/12/2022) hingga Minggu (11/12/2022). Dwi berharap saresehan tersebut dapat melahirkan rekomendasi ke pemerintah tingkat provinsi.


"Kebijakan di bidang kebudyaan pada 2023 mendatang akan kami susun berdasarkan juga rekomendasi hasil saresehan ini," katanya.


Sebagai pegawai kedinasan, Dwi menyatakan pihaknya memiliki tanggungjawab untuk mengumpulkan dan mengakselerasi pendapat para pelaku seni budaya. Tantangan saat ini yang perlu dicari solusinya yakni terkait dengan digitalisasi.


"Bagaimana upaya kita untuk memanfaatkan digitalisasi ini? Kami selaku dinas, mencoba mengumpulkan potensi, bersama-sama berbagi. Setelah saresehan, paling tidak diharapkan akan ada rekomendasi sehingga ke depan kami punya format baru dalam menampilkan karya seni di ruang publik. Kami mencoba mengembangkan itu," paparnya saat ditemui di Kota Malang.


Ruang-ruang digital harus dimanfaatkan. Media sosial, menurut Dwi, sangat efektif untuk menyampaikan pesan, termasuk menunjukan karya.


"Ada YouTube, Instagram dan banyak lainnya. Di sana juga banyak anak-anak muda kreatif. Pesan seni dan budaya tradisi bisa disalurkan di sana," ujarnya.


Meski merambah modernisasi, Dwi berpesan agar makna inti dari budaya tetap dijaga. Nilai-nilai yang sangat erat di dalam seni budaya tradisi tersebut menurutnya tidak lekang oleh waktu. 


"Meski tampil modern, nilai-nilai luhurnya tetap terjaga. Itu intinya," paparnya.


Dalam waktu dekat, upaya menyebarluaskan nilai seni budaya tradisi itu akan dikolaborasikan dengan potensi wisata di desa. Di sana banyak orang berwisata, sehingga efektif untuk menyebarkan informasi seni budaya.


Selama ini, desa-desa wisata yang ada di Jawa Timur didominasi dengan mengunggulkan potensi keindahan alam seperti pantai, pegunungan serta wisata buatan. Keberadaan desa-desa wisata berbasis budaya belum dikelola maksimal. 


Menurutnya, masih banyak narasi budaya yang belum dieksplorasi dari 38 kota/ kabupaten di Jawa Timur. Hal itu, kata Dwi, dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan penunjang kepariwisataan daerah dan branding dari desa wisata seperti dalam bentuk pameran, pagelaran budaya dan lainnya. 


Dwi menyampaikan, bahwa dalam upaya pelestarian budaya mencakup empat hal yang harus dipahami yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. 


"Pengembangan dari eksplorasi budaya ini bisa dikolaborasikan dengan desa-desa wisata sebagai event destinasi wisata budaya yang digelar rutin. Oleh karena itu diharapkan seniman-seniman di kabupaten/ kota untuk berusaha menemukan kembali potensi-potensi mereka," katanya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved