Berita Malang Hari Ini

BPS Kota Malang Ajak Wartawan Pahami Membaca Data Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengadakan workshop inflasi untuk wartawan, OPD dan perwakilan masyarakat

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang/sylvi
Suasana di kegiatan workshop inflasi yang diadakan oleh BPS Kota Malang di Hotel Grand Mercure, Selasa (13/12/2022). Kegiatan inu diikuti wartawan, OPD dan perwakilan masyarakat di Hotel Grand Mercure Kota Malang, Selasa (13/12/2022). Narasumbernya Kepala Bank Indonesia Malang Samsun Hadi, Dwi Handayani dari BPS Kota Malang dan Choirul Anam dari media.  

SURYAMALANG.COM|MALANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengadakan workshop inflasi untuk wartawan, OPD dan perwakilan masyarakat di Hotel Grand Mercure Kota Malang, Selasa (13/12/2022). Narasumbernya Kepala Bank Indonesia Malang Samsun Hadi, Dwi Handayani dari BPS Kota Malang dan Choirul Anam dari media. 


Pesertanya selain dari media, juga OPD dan perwakilan masyarakat. Menurut Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini, baru pertama kali ini BPS mengadakan acara seperti agar bisa memahami inflasi. "Perlu bisa membaca data inflasi. Data itu penting agar bisa memahaminya. Sehingga saat menulis juga lancar," kata Erny Fatma.


Dikatakan Kepala BI Malang, Kota Malang dan tujuh kota lainnya di Jatim diukur inflasinya setiap bulan. "Dinamikanya inflasi tinggi. Pada 2019-2021, angka inflasi dibawah dua persen karena terjadi pandemi covid karena ada deflasi. Hal ini karena mobilitas masyarakat minim sekali sehingga tak banyak transaksi ekomomi yang dilakukan," kata Samsun di acara itu.


Selain itu suplai barang stabil, harga komoditas juga turun. Namun pada 2022, angka inflasi tinggi. Adapun inflasi year to date yang bernilai 5,84 persen mengindikasikan telah terjadi kenaikan harga dari Januari hingga bulan November sebesar 5,84 persen. Inflasi year on year pada November sebesar 6,61 persen berarti dari November 2021 hingga November 2022 telah terjadi kenaikan harga barang secara umum sebesar 6,61 persen.


"Maka inflasi harus dijaga pada 2022," jelasnya. Beberapa komoditas sejauh ini menyumbang angka inflasi seperti telur ayam, tempe. "Jika didalami lagi, penyebabnya karena bahannya impor. Seperti pakan ayam juga impor. Bahan tempe juga dari kedelai impor," katanya. Rupiah juga tertekan oleh dolar sehingga harganya juga naik. 


Ia memperkirakan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,23 persen. "Kita coba memproyeksikan di angka itu. Bulan Desember, komoditas cabe merah, bawang merah dan daging sapi stabil. Sedang potensi naik pada cabe rawit, tomat. Hal ini karena faktor cuaca sehingga membuat produk horti naik. Telur ayam dan daging ayam juga naik karena terkait faktor pakan yang masih impor," kata mantan wartawan ini.


Ia juga menjelaskan jika ada pergerakan harga pangan pada beras, maka berdasarkan data, pemerintah mulai mengimpor beras. Dikatakan, beras merupakan kebutuhan pokok yang sensitif. Sehingga harus dijaga stabilitasnya. Salah satu bentuk pengendaliannya dilakukan operasi pasar. Di Kota Malang diadakan di tiga pasar yaitu Pasar Blimbing, Dinoyo dan Pasar Besar.


Sedang Dwi Handayani menyatakan penanganan inflasi dilakukan semua pihak. Bahkan ada apresiasi bagi daerah yang mampu menekan inflasinya. Ia menjelaskan jika inflasi dihitung dari komoditas kebutuhan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Ada kebutuhan sabun, makanan, transportasi dll. 


"BPS memantau perkembangan harganya dengan survei mingguan, dua mingguan dan bulanan dari pasar tradisional dan modern," jelas Dwi. Sedang yang diukur adalah harga eceran. Inflasi adalah ukiran yang menggambarkan dinamina perkembangan harga pada sekelompok barang dan jada yang dikonsumsi masyarakat. 


Sedang Choirul Anam, wartawan Bisnis Indonesia mengatakan banyak yang dieksplor dari data BPS oleh wartawan karena tidak sekedar angka. "Misalkan soal kenaikkan harga cabai rawit di pasar. Ternyata di tingkat petani harganya tetap," kata dia. Sylvianita Widyawati

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved